Terapi stem cell untuk pengobatan penyakit dikenal sebagai

Aksi bullying masih saja terjadi di lingkup pergaulan anak-anak, karena itu penting sekali mengetahui cara cegah anak jadi korban perundungan di sekolah.

Ada sejumlah makanan yang bikin kulit wajah terlihat lebih tua.

Pemberian obat jenis sirop ataupun puyer harus disesuaikan dengan karakteristik anak.

Gempa bumi tidak bisa dicegah, tapi dampaknya baik korban jiwa atau kerugian material bisa diminimalkan.

Berikut ini sejumlah link Twibbon bertema peringatan Hari Guru Nasional 2022.

Karena terletak di ring of fire tersebut, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga tsunami.

Berikut ini arti mimpi dan jatuh yang bikin kaget.

Bukan hanya pemerintah, Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) juga memiliki standar kualitas yang harus dipenuhi oleh sebuah toilet umum.

Ada anggapan rutin minum jus wortel bisa turunkan minus pada mata anak.

Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso Solo merupakan pelopor pelayanan ortopedi di Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Hal ini bisa ditekan dengan tidak malu membungkus sisa jajan di restoran atau mendaur ulang hasil masakan di rumah.

Berikut ini terdapat contoh teks doa Hari Guru Nasional yang bisa dibaca saat upacara bendera pada 25 November 2022.

Berikut ini tanda anak terkena polio di awal penularan yang harus diwaspadai, dan bagaimana cara mencegahnya.

Beberapa daerah di Indonesia rawan gempa bumi, yuk simak cara menyelamatkan diri saat bencana alam tersebut terjadi.

Diperingati pada 25 November 2022, berikut ini terdapat kumpulan ucapan selamat Hari Guru Nasional yang menyentuh hati.

Berikut ini terdapat penjelasan hukum bayi tabung dalam ajaran Islam menurut pandangan Nahdlatul Ulama (NU online).

Cek Berita Lainnya Arsip Berita

JawaPos.com – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi perhatian pada perkembangan dunia medis terapi stem cell atau sel punca. Terapi itu merupakan terapi kepada sel-sel di tubuh kita dan memperbaiki regenerasi selnya. Stem cell seolah memberikan kekuatan kepada sel.

Bertemu dengan Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, JK datang ke Celltech Stem Cell Laboratory & Banking untuk melihat dan mencoba terapi Stem Cell di klinik VRC yang merupakan pusat pelayanan Stem Cell. Prof Deby didampingi oleh dr. Henry Suhendra, SpOT yang merupakan Presiden Vit D Society Indonesia, WOCPM Board of Accreditation Prof. Dr. Jafar Basri, MSc dan tim dokter lain.

Celltech berada di Vinski Tower yang diresmikan oleh Jusuf Kalla pada Juli 2016 dan Celltech adalah laboratorium riset, pengolahan dan penyimpanan sel punca. Lalu apa saja manfaat stem cell? Ternyata bisa untuk mengobati banyak penyakit.

Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, menjelaskan berbagai jurnal ilmiah maupun riset kedokteran, stem cell sangat bermanfaat untuk terapi penyakit degenreratif seperti diabetes, cerebral palsy, autis, penyakit autoimun, kelainan Orthopedic, Osteoarthritis pada lutut dan tulang belakang, osteoporosi, trauma luka bakar, Multiple Sclerosis, Lupus, COPD, Dementia, Alzheimer, Parkinson, Kanker, dan lainnya. Untuk kecantikan juga bermanfaat.

Misalnya untuk menerapkan antiaging. Dia mengembangkan stem cell dari lemak dan darah tubuh pasien itu sendiri.

“Stem cell yang saya gunakan untuk berbagai penyakit degeneratif pasien seperti diabetes, stroke, dan estetika,” jelas Dr. Deby secara daring baru-baru ini.

“Khasiatnya bervariasi, ada yang beberapa bulan. Diperbaiki hormonnya. Ada yang disuntikan, dan ada yang diinfuskan. Beda-beda frekuensinya. Ada yang harus 3x ada yang 10x,” tutur Prof Deby.

Menurutnya anti aging bersifat sangat individual (personal approach). Sehingga tak bisa disamaratakan pada masing-masing pasien.

“Masing-masing pasien tak sama. Anti aging setiap pasien adalah istimewa. Sehingga saat stem cell disuntikkan, stem cell punya homing. Dia akan pergi ke mana-mana. Stem cell tahu rumahnya di mana di dalam tubuh manusia. Sehingga salah satunya bisa memperlambat gejala menopause dini,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Mengenal stem cell, masa depan pengobatan penyakit?

Salah satu metode pengobatan yang kini sedang banyak diteliti untuk menyembuhkan berbagai penyakit manusia adalah terapi stem cell, atau “sel punca”.

Stem cell adalah sel yang memiliki kemampuan untuk regenerasi dan bahkan berkembang menjadi berbagai sel khusus seperti sel otak dan hati.

Ini membuat stem cell memiliki potensi tinggi dalam memulihkan cedera atau kerusakan organ tubuh.

Meskipun masih butuh banyak penelitian dan uji klinis (di negara maju sedang gencar dilakukan riset stem cell untuk mengobati kondisi neuro-degeneratif seperti Alzheimer), terapi stem cell telah digunakan secara terbatas dalam pengobatan penyakit terkait darah seperti leukimia atau berbagai bentuk penyakit tulang.

Bagaimana stem cell bekerja, apa saja potensi maupun kontroversinya, serta bagaimana masa depan dari metode pengobatan ini?

Untuk menjawabnya, pada episode ini Sains Sekitar Kita berbicara dengan Berry Juliandi, peneliti stem cell di IPB University, Bogor.

Dari riset tentang epidemiologi, korupsi, sains data, kosmologi, kebijakan kemiskinan, hingga energi nuklir, dengarkan jawabannya dalam Sains Sekitar Kita di KBR Prime, Spotify, dan Apple Podcasts!

Stemcell atau sel induk atau dikenal dengan sel punca merupakan jenis sel yang bisa berkembang menjadi jenis lainnya.

Sel induk juga bisa memperbaharui dengan membelah diri, bahkan setelah sel induk tidak aktif dalam jangka waktu lama.

Tubuh manusia membutuhkan banyak jenis sel berbeda untuk bisa berfungsi dengan baik.

Ketika sel induk membelah diri, sel-sel baru bisa menjadi sel induk lain atau sel tertentu, seperti sel darah, sel otak, atau sel otot.

Para ilmuwan menyebut sel induk sebagai sel yang tidak berdiferensiasi, karena bisa menjadi sel jenis apapun.

Sebaliknya, sel darah termasuk sel terdiferensiasi karena sudah merupakan jenis sel tertentu.

Baca Juga: Beda Donor Trombosit dengan Donor Darah Biasa, Simak Penjelasannya

Sumber Stemcell

Foto: type stem cell.jpg (healthline.com)

Foto: Stemcell (healthline.com)

Ada beberapa sumber stemcell yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

1. Stemcell embrio

Stemcell embrio berasal dari embrio manusia yang berumur 3 sampai 5 hari. Sel ini dipanen selama proses yang disebut fertilisasi in-vitro atau bayi tabung.

Hal ini melibatkan pembuahan embrio di laboratorium, bukan di dalam tubuh.

Sel embrio ini dikenal sebagai sel induk berpotensi majemuk. Sel-sel ini dapat menghasilkan hampir semua jenis sel lain di dalam tubuh.

2. Stemcell non-embrionik (dewasa)

Stemcell dewasa memiliki nama yang menyesatkan, karena ditemukan juga pada bayi dan anak-anak.

Sel ini berasal dari organ dan jaringan yang berkembang di dalam tubuh.

Mereka digunakan oleh tubuh untuk memperbaiki dan mengganti jaringan yang rusak di area yang sama di mana mereka ditemukan.

Misalnya, stemcell hematopoietik adalah jenis sel dewasa yang ditemukan di sumsum tulang.

Mereka membuat sel darah merah baru, sel darah putih, dan jenis sel darah lainnya.

Para ilmuwan telah menemukan stemcell di jaringan:

  • Otak
  • Sumsum tulang
  • Darah dan pembuluh darah
  • Otot rangka
  • Kulit
  • Hati

3. Stemcell Berpotensi Majemuk Terinduksi (iPSCs)

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan cara mengubah stemcell dewasa menjadi sel yang berpotensi majemuk.

Jenis sel baru ini disebut stemcell berpotensi majemuk terinduksi (iPSCs).

Mereka dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel khusus di dalam tubuh.

Hal ini berarti mereka berpotensi menghasilkan sel baru untuk organ atau jaringan apa pun.

4. Stemcell Darah Tali Pusat dan Sel Induk Cairan Ketuban

Stemcell darah tali pusat diambil dari tali pusat setelah melahirkan. Mereka dapat dibekukan di bank sel untuk digunakan di masa mendatang.

Sel-sel ini telah berhasil digunakan untuk mengobati anak-anak dengan kanker darah, seperti leukemia, dan kelainan darah genetik tertentu.

Baca Juga: Apa Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil?

Jenis Stemcell

Foto: Stem-Cell.jpg (docwirenews.com)

Foto: Ilustrasi Stemcell (docwirenews.com)

Stemcell tidak hanya memiliki sumber, tetapi Moms juga harus tahu jenis-jenis stemcell di dalam tubuh.

  • Totipotensi: Sel induk ini dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Beberapa sel pertama yang muncul saat zigot mulai membelah bersifat totipoten.
  • Pluripoten: Sel-sel ini dapat berubah menjadi hampir semua sel. Sel dari embrio awal bersifat pluripoten.
  • Multipoten: Sel-sel ini dapat berdiferensiasi menjadi keluarga sel yang terkait erat. Sel induk hematopoietik dewasa, misalnya, bisa menjadi sel darah merah dan putih atau trombosit.
  • Oligopoten: Ini dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel yang berbeda. Sel induk limfoid atau myeloid dewasa dapat melakukan ini.
  • Unipoten: Ini hanya dapat menghasilkan sel dari satu jenis, yang merupakan tipenya sendiri. Namun, mereka tetap sel punca karena mereka dapat memperbaharui diri. Contohnya termasuk sel induk otot dewasa.

Baca Juga: Cari Tahu Yuk, Karakter Golongan Darah A dalam Sosial, Percintaan, dan Pekerjaan!

Penggunaan Stemcell

Foto: penggunaan stem cell.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto: Proses Stemcell (medicalnewstoday.com)

Stemcell memiliki kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel, para ilmuwan percaya bahwa sel ini berguna untuk mengobati dan memahami penyakit.

Berikut penggunaan stemcell di dalam tubuh:

  • Menumbuhkan sel baru di laboratorium yang berfungsi menggantikan organ atau jaringan yang rusak.
  • Memperbaiki bagian organ yang tidak berfungsi dengan baik.
  • Meneliti penyebab cacat genetik pada sel.
  • Meneliti bagaimana penyakit terjadi atau mengapa sel tertentu berkembang menjadi sel kanker.
  • Menguji obat baru untuk keamanan dan efektivitas.

Baca Juga: Apa Itu Perdarahan Subkorionik Selama Kehamilan?

Terapi Stemcell

Foto: terapi stem cell (1).jpg (pixabay.com)

Foto: Terapi Stemcell (pixabay.com)

Dalam beberapa jaringan, sel-sel induk memiliki peran penting dalam regenerasi. Karena, sel induk bisa membelah diri dengan mudah untuk mengganti sel-sel mati.

Para ilmuwan percaya bahwa mengetahui cara kerja sel induk kemungkinan bisa membantu sejumlah pengobatan, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Jika jantung seseorang mengandung jaringan yang rusak, dokter akan merangsang jaringan sehat dengan mentransplantasikan sel induk yang tumbuh ke jantung.

Terapi stemcell atau sel induk ini bisa menyebabkan jaringan jantung memperbaharui diri.

Para peneliti pada studi Journal of Cardiovascular Translational Research telah menguji metode ini.

Hasil penelitian menunjukkan pengurangan 40 persen dari ukuran bekas luka jaringan jantung.

Bekas luka ini muncul akibat serangan jantung, ketika dokter transplantasi sel induk ke daerah yang rusak.

Penelitian lain dalam Nature Communications pada tahun 2016, telah menyarankan terapi sel induk bisa menjadi jalan keluar pengobatan diabetes.

Para peneliti telah melakukan percobaan pada tikus di laboratorium.

Mereka menemukan sel yang mensekresi insulin dari sel induk yang berasal dari kulit penderita diabetes tipe 1.

Secara teori, Para ahli bisa mengganti sel-sel yang rusak pada orang dengan sel beta pankreas baru.

Di mana fungsi utamanya adalah menyimpan dan melepaskan insulin untuk mengendalikan glukosa darah.

"Dengan begitu, pasien diabetes tipe 1 tidak akan membutuhkan insulin lagi," ucap Jeffrey R. Millman, asisten profesor kedokteran dan teknik biomedis di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

Baca Juga: Rambut Rontok Setelah Kemoterapi, Kembalikan Keindahannya dengan 5 Tips Ini

Masalah Keamanan Terapi Stemcell

Foto: terapi stem cell (2).jpg (pixabay.com)

Foto: Sel (pixabay.com)

Semua perawatan medis pasti memiliki manfaat dan risiko, tak terkecuali terapi stemcell atau sel induk.

Melansir penelitian dari laman FDA, terapi sel induk diharapkan bisa efektif dalam pengobatan sejumlah masalah medis.

Tetapi, perawatan sel induk yang tidak terbukti justru bisa membahayakan diri sendiri.

Karena, beberapa penyedia mungkin saja menawarkan produk sel induk yang tidak disetujui dan tidak terbukti.

Misalnya, peserta pada lokakarya publik FDA 2016 yang membahas beberapa kasus efek samping parah. Satu pasien mengalami kebutaan karena suntikan sel induk ke mata.

Pasien lainnya menerima suntikan sumsum tulang belakang yang menyebabkan pertumbuhan tumor tulang belakang.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Selama Kehamilan yang Membuat Malu, Ada di Sini!

Masalah keamanan potensial lainnya untuk perawatan terapi stemcell, meliputi:

  1. Situs administrasi
  2. Kemampuan sel untuk berpindah dari situs penempatan dan berubah menjadi jenis sel yang tidak sesuai atau berkembang biak
  3. Kegagalan sel untuk bekerja seperti yang diharapkan
  4. Pertumbuhan tumor

Meskipun sel induk adalah sel milik diri sendiri, keamanan terapi ini masih berisiko besar.

Selain itu, ada pula risiko kontaminasi sel, jika sel dimanipulasi setelah pengangkatan.

Itulah penjelasan yang perlu Moms tahu tentang terapi stemcell.

Semoga Moms jadi lebih paham dan bijak sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur ini, ya.

Sumber

  • https://www.healthline.com/health/stem-cell-research#takeaway
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323343
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3563254/
  • https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/fda-warns-about-stem-cell-therapies