Setelah makan MPASI bayi minum apa

“MPASI adalah makanan pendamping untuk bayi yang umumnya diberikan saat anak berusia 6 bulan. Meski begitu, masih banyak orangtua yang bingung untuk menentukan jadwal MPASI yang tepat.”

Halodoc, Jakarta – Sebelum usianya mencapai 6 bulan, makanan yang diberikan pada bayi adalah hanya ASI atau susu formula. Nah, ketika usianya sudah genap 6 bulan, berarti Si Kecil sudah siap untuk diberikan makanan yang lebih padat tetapi ada baiknya lembek sehingga mudah dicerna. Semakin bertambahnya usia anak, makanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan pertumbuhan giginya.

Meski begitu, bagi ibu yang baru pertama kali memiliki anak, terkadang kebingungan untuk menentukan segala hal yang berhubungan dengan MPASI. Maka dari itu, tulisan ini akan menjelaskan secara detail tentang jadwal MPASI yang ideal untuk bayi dengan usia 6 bulan. Dengan begitu, ibu tidak bingung menentukan jam yang tepat untuk memberikan makanan. Berikut pembahasan lengkapnya!

Bayi kemungkinan akan menyusu sebanyak enam sampai delapan botol per harinya dan sebagian besar masih minum satu atau dua botol di malam hari. Jika bayi minum lebih atau kurang dari jumlah yang disebutkan dan tetap tumbuh dengan baik, maka ibu kemungkinan besar sudah memberikan jumlah yang tepat untuk gizi bayi.

Perlu diketahui, bayi ibu tidak boleh mengurangi jumlah ASI atau susu formula yang dikonsumsi meskipun jika sudah bisa mengonsumsi tambahan berupa makanan padat. Saat makanan padat masih dalam tahap awal, ada baiknya untuk memastikan jika ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama pada bayi agar gizinya tetap terjaga.

Lalu, berapa banyak sih kira-kira susu dan makanan padat yang perlu diterima anak? Berikut kisarannya:

  • Untuk cairan berupa ASI atau susu formula: 24-32 ons atau setara 710-946 mililiter per hari.
  • Makanan padat: 1 hingga 2 kali makan.

Untuk memberikan makanan padat, pilih waktu yang tepat, yaitu saat bayi merasa senang, ceria, dan cukup istirahat. Ibu perlu berusaha mengasosiasikan meja dengan perasaan bahagia agar anak semangat untuk belajar cara makan. Waktu jam tidak perlu sama, tetapi yang penting adalah memastikan anak dalam suasana hati yang baik. Jangan memaksakan bayi harus makan saat berada di usia ini.

Disarankan juga untuk mengawalinya dengan menawarkan ASI atau susu formula sebagai makanan pembuka 30 menit sebelum pemberian makanan agar bayi tidak terlalu lapar dan frustasi. Jika bayi masih lapar setelah makan, tunggu 15-20 menit dan berikan lagi ASI atau susu formula sebagai makanan penutup. Hal ini dapat memastikan bayi tidak terlalu lapar atau kenyang dengan makanan padat.

Untuk jadwal MPASI pada bayi usia 6 bulan adalah:

  • Jam 6.30: Bangun tidur, berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 7.00: Berikan makanan padat.
  • Jam 8.30: Bayi tidur kembali.
  • Jam 10.00: Bangun tidur, berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 12.30: Berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 13.00: Jadwal tidur.
  • Jam 14.30: Berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 16.30: Tidur hanya sebentar.
  • Jam 17.15: Berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 17.45: Berikan makanan padat hanya jika dirasa bayi lapar dan ingin camilan.
  • Jam 18.30: Berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 19.00: Waktunya bayi tidur

Di atas jam 19.00, pemberian botol susu boleh dilakukan jika anak terbangun di malam hari. Jika tidak, tidak usah memaksa anak bangun untuk menyusu guna membiasakan diri agar tidak nyenyak di malam hari.

Nah, itulah jadwal MPASI yang ideal untuk bayi berusia 6 bulan. Dengan mengetahui dan mengikuti jadwal ini, tentu ibu tidak perlu bingung kapan waktu yang tepat untuk memberikan makanan padat pada anak. Meski begitu, tidak perlu sepenuhnya terpaku pada jadwal ini, intinya adalah ASI atau susu formula masih menjadi nutrisi utama dengan makanan padat sebagai tambahan.

Apabila ibu masih memiliki pertanyaan terkait jadwal MPASI bayi usia 6 bulan, dokter anak dari Halodoc siap membantu untuk memberikan jawaban sesuai dengan pengalaman. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan hanya dengan penggunaan smartphone di tangan. Unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:Solid Starts. Diakses pada 2021. Baby Feeding Schedules.

Ketika tiba waktu untuk memperkenalkan MPASI, orangtua merasa senang karena bayi mereka tumbuh dan siap mencoba makanan, tekstur, dan rasa baru. Tapi di waktu yang sama muncul pertanyaan, “Berapa banyak ASI yang bayi butuhkan ketika mulai makan MPASI?”

Bayi yang mulai makan MPASI tidak berarti ia tidak lagi membutuhkan ASI. Faktanya, ASI atau susu formula akan jadi sumber nutrisi utama hingga ia berumur satu tahun. Anda bisa tetap menyusui setelah usianya 1 tahun selama Anda dan bayi merasa nyaman.

Tanda Bayi Siap Untuk MPASI

Bagaimana cara mengetahui si kecil siap untuk MPASI? Perhatikan bayi Anda, pada rentang usia antara 6 sampai 9 bulan, ia akan memberi petunjuk kalau ia siap untuk MPASI. Berikut beberapa diantaranya:

  • Menunjukkan ketertarikan pada makanan yang Anda makan. Ia memperhatikan makanan yang masuk ke mulut Anda dan meraih makanan dari piring. Ini jadi tanda kesiapannya untuk MPASI.

  • Bisa duduk sendiri. Duduk tegak sangat penting agar bayi bisa dengan baik menelan makanan yang lebih pekat dibanding ASI.

  • Bisa meraih benda kecil. Kebanyakan bayi bisa melakukan ini di usia sekitar 6 bulan, dan ini mengindikasikan ia bisa diberikan finger food dan memasukkannya ke dalam mulut.

  • Tidak mendorong makanan keluar dari mulut. Refleks tongue-thrusting (refleks mendorong makanan) adalah bentuk perlindungan bayi yang mulai hilang di usia 6 bulan. Ketika bayi siap menerima MPASI, otot di mulut dan lidah berkembang untuk mentransfer makanan dari lidah ke belakang mulut. Tindakan ini terkoordinasi dengan menelan, dan bayi sebelum usia 6 bulan biasanya belum bisa melakukannya.

  • Bayi tumbuh gigi. Gigi biasanya belum tumbuh hingga usia 6 sampai 7 bulan yang menjadi bukti kalau bayi utamanya menghisap bukan mengunyah. Peningkatan liur dan tumbuh gigi membantu pencernaan. Tumbuh gigi bisa jadi salah satu indikator kesiapan untuk MPASI.

Oh iya, jangan percaya kalau ada yang mengatakan ketika Anda mulai memberikan MPASI, bayi akan tidur sepanjang malam. Penelitian menunjukkan kalau ini tidak benar, lagi pula pola tidur tiap bayi akan berbeda.

Apakah MPASI bisa menggantikan ASI?

MPASI tidak menggantikan ASI ya, Bunda. MPASI selama tahun pertama hanya sebagai sarana untuk melengkapi ASI, bukan menggantikan ASI. Ini lebih sebagai cara untuk menambahkan tekstur ke makanan bayi, agar ia memiliki pengalaman baru, dan membantu perkembangan tangan serta koordinasi mata melalui finger food. Bayi tetap bisa menyusu sesuai keinginan, karena ASI Anda jadi sumber nutrisi utama hingga ia berumur 1 tahun.

Perlahan perkenalkan bayi pada MPASI. Setelah bayi bisa menerimanya, lanjutkan menyusui sesering sebelumnya dan tambahkan takaran MPASI ketika selera makan bayi meningkat. Di awal, beberapa suap dalam sehari sudah cukup, lalu tingkatkan perlahan.

Bila usia bayi kurang dari 1 tahun, pastikan Anda selalu menyusuinya sebelum menawarkan MPASI. Akan lebih baik bila menawarkan MPASI sekitar 1 jam setelah bayi menyusu. Bila si kecil menyusu sebelum MPASI, Anda bisa terus menyuapi hingga ia merasa kenyang yang ditunjukkan dengan memalingkan kepala, menutup mulut, atau mengeluarkan makanan dari mulut. Kebanyakan bayi bisa menyeimbangkan asupan ASI dan MPASI bila Anda menyuapinya dengan cara ini.

Jumlah ASI/Susu Formula Ketika MPASI

Orangtua yang baru memulai transisi ke MPASI tentu ingin tahu berapa banyak ASI yang dibutuhkan bila anak telah makan MPASI, berikut jawabannya:

  • ASI

    Sebelum bayi memulai MPASI, ia mungkin minum sekitar 560 sampai 880 ml ASI per hari dengan jumlah rata-rata sekitar 739 ml. Ketika memperkenalkan MPASI, asupan ASI akan mulai menurun.

    Tapi Anda harus selalu memastikan bayi mendapat cukup ASI untuk menyediakan semua nutrisinya hingga ia berumur satu tahun. Jumlah ASI yang bayi butuhkan akan bergantung banyak faktor, termasuk berapa banyak MPASI yang ia makan. Satu penelitian tentang asupan ASI menemukan asupan ASI bayi sekitar 875 ml per hari pada usia 7 bulan dan sekitar 550 ml pada usia antara 11 hingga 16 bulan.

    Penelitian lain menyatakan jumlah asupan ASI pada usia satu hingga dua tahun biasanya antara 400 sampai 550 ml. Dari usia 24 sampai 36 bulan, rata-rata jumlah ini menurun menjadi 300 sampai 360 ml per hari.

  • Susu formula

    Ketika memulai MPASI pada bayi, asupan susu formula hariannya perlahan mulai menurun hingga mencapai sekitar 720 ml. Ketika bayi makan MPASI secara teratur, jumlah ini akan menurun menjadi sekitar 500 sampai 600 ml per hari. Bila bayi tidak ingin minum susu sebanyak ini, coba berikan makanan dengan campuran susu seperti yoghurt atau puding nasi. Setelah bayi berumur 1 tahun, ia bisa beralih dari susu formula ke susu sapi penuh lemak.

Jumlah MPASI Bayi

Para ahli menganjurkan Anda membiarkan bayi menentukan berapa banyak MPASI yang ia makan. Ia hanya akan makan ketika lapar. Setelah minum susu/ASI di pagi hari, tunggu satu atau dua jam dan tawarkan MPASI sebanyak yang ia mau. Cukup tawarkan pilihan makanan bernutrisi dan biarkan ia yang menentukan. Sering kali, bayi antara usia 8 sampai 9 bulan sudah makan 3 kali MPASI setiap hari, tapi tiap bayi berbeda.

Banyak orangtua ingin tahu pasti berapa banyak makanan yang anak konsumsi setiap hari atau mencari panduan yang spesifik untuk diikuti. Pada kenyataannya, tugas satu-satunya Anda sebagai orangtua adalah memberi anak makanan yang sehat. Bayi yang akan memutuskan berapa banyak yang ia makan.

Cara Menawarkan ASI/Susu Formula Ketika Sudah Mulai MPASI

Para ahli menyarankan Anda memberikan ASI sebagai makanan pertama di pagi hari. Lalu Anda bisa menunggu setengah sampai 1 jam, lalu berikan MPASI. Ini tujuannya agar bayi tidak kekenyangan dengan MPASI dan menolak ASI. Hingga usianya 1 tahun, ASI tetap menjadi sumber nutrisi paling penting.

Ketika bayi mulai MPASI, ia akan memberi petunjuk kapan ia mau menyusu dan ketika ia merasa kenyang. Ia akan melakukan hal yang sama pada MPASI. Kebanyakan bayi bisa mulai MPASI di usia sekitar 6 bulan ketika bisa duduk sendiri, tidak mendorong makanan keluar dari mulut, dan bisa menahan makanan.

Pada bayi yang minum susu formula, setelah mulai memperkenalkan MPASI, waktu makan akan lebih menantang. Langkah berikut bisa membuatnya lebih mudah dan lebih menyenangkan baik untuk Anda maupun bayi:

  • Ajak bayi bermain dan bereksplorasi dengan makanannya. Ini jadi cara untuk membantu perkembangannya.

  • Bayi di posisi duduk ketika makan. Anda bisa sediakan tempat duduk khusus atau ia bisa duduk di pangkuan dan bila ia sudah bisa duduk sendiri, pindahkan ke highchair.

  • Biarkan bayi memegang sendok ketika Anda menyuapinya dengan sendok lain untuk mulai memperkenalkan alat makan. Perlahan ajak ia menyuap sendiri makanannya.

  • Ketika anak mencapai usia sekitar 9 bulan, ia mungkin telah siap untuk minum dari gelas. Coba isi gelas dengan ASI atau susu formula untuk membantunya berhenti menggunakan botol susu.

  • Jangan paksa bayi mencoba makanan baru bila ia tidak mau. Coba tawarkan di lain waktu.

  • Sajikan makanan untuk porsi satu kali makan. Kemungkinan bayi tidak menghabiskan seluruhnya dan liurnya bisa merusak makanan yang tersisa. Anda bisa menyimpan MPASI selama 3 hari di lemari pendingin.

  • Bila bayi menunjukkan tanda kalau ia kenyang, hentikan menyuapinya. Bila pertumbuhannya baik, berarti ia cukup makan.

MPASI Sebelum Atau Setelah Menyusu?

Tujuan utama MPASI di tahun pertama usia anak adalah melengkapi ASI, bukan menggantikannya. Ini berarti ketika MPASI diperkenalkan, pola menyusui tidak terganggu sama sekali, tapi bayi yang menerima MPASI perlahan meningkatkan jumlahnya ketika selera makan meningkat.

Yang utama adalah menjaga ASI sebagai sumber nutrisi utama bayi sepanjang 1 tahun. Ini penting untuk nutrisi dan kesehatannya. Nutrisi pada ASI penting untuk pertumbuhan dan perkembangan selama tahun pertamanya.

Menyusui sebelum memberikan MPASI jadi cara untuk membantu transisi ke MPASI agar produksi ASI ibu tetap terjaga dan bayi mendapat ASI yang ia butuhkan. Bila menyusui lebih dulu, Anda tidak perlu khawatir bayi terlalu banyak makan MPASI, Anda bisa tawarkan sebanyak yang ia mau.

Sebaliknya, MPASI sebelum menyusui bisa jadi pilihan tepat bila:

  • Anda memastikan kalau menyusui tetap yang utama dengan membatasi jumlah dan frekuensi MPASI dan perlahan meningkatkannya.

  • Anda berencana menyapih dini (antara 6 sampai 12 bulan) atau dalam proses menyapih.

Mengatasi Bayi yang Menolak MPASI

Banyak bayi yang lambat menerima MPASI. Ketika MPASI diperkenalkan, wajar bila bayi butuh waktu beberapa bulan sebelum bisa menerimanya dengan baik. Bayi yang lambat tumbuh gigi dan bayi yang sensitif terhadap makanan biasanya lebih lambat memulai MPASI. Ini bisa jadi cara perlindungan tubuh mereka hingga sistem pencernaan lebih siap menerima makanan baru.

Tapi tenang Bunda, selama berat badan bayi terus bertambah dan ia tumbuh seperti yang seharusnya, berarti ASI Anda memenuhi kebutuhannya. MPASI di tahun pertama hanya pelengkap ASI. ASI Anda tetap sumber nutrisi utama di tahun pertamanya.

Yang perlu Anda lakukan adalah terus menawarkan MPASI. Jangan khawatir bila ia tidak tertarik atau makan sangat sedikit. Memaksa bayi makan sangat tidak dianjurkan.

Beberapa bayi lebih suka makan makanan yang bisa mereka ambil sendiri, daripada makanan yang disuapi. Ada juga sebagian bayi yang suka makanan dengan tekstur yang sama seperti makanan yang dimakan anggota keluarga lain, dibanding makanan bayi yang teksturnya lebih lunak. Coba tawarkan variasi finger food saat makan bersama keluarga.

Ada baiknya Anda menyiapkan finger food sepanjang hari, agar bayi bisa sering ngemil. Anda bisa juga menyimpan MPASI di kotak es batu atau cetakan kue. Anak kecil perlu makan cemilan beberapa kali dalam sehari daripada hanya 3 kali makan besar.

Tips Pemberian MPASI

Anda bisa coba ikuti tips berikut ketika mulai menawarkan MPASI:

  • Di awal MPASI, tujuan Anda bukan mengisi perut bayi. Ini adalah pengalaman belajar bagi Anda berdua, jadi mulailah dengan jumlah sedikit dan lihat bagaimana reaksi si kecil. Tujuan Anda adalah mengekspos rasa dan tekstur baru, bukan menggantikan makanan untuk ASI. Bila bayi tidak merasa lapar, ia tidak akan semangat mencicipi apapun. Tawarkan MPASI setelah menyusu, sebagai makanan penutup. Biasanya waktu terbaik adalah di tengah pagi atau di tengah sore. Ikuti petunjuk bayi dan perlahan tingkatkan jumlah MPASI yang Anda tawarkan.

  • Bila ada riwayat alergi dalam keluarga, perkenalkan makanan satu per satu, tunggu seminggu sebelum memperkenalkan makanan baru. Ini tidak masalah bila bayi sudah lebih besar karena ia memiliki daya tahan lebih baik dalam melawan alergi. Bila makanan tertentu menyebabkan reaksi seperti hidung berair, ruam pada wajah atau bokong, atau rewel dan bergas, hindari makanan tersebut selama satu minggu, lalu coba tawarkan kembali. Bila reaksinya sama sampai 2 atau 3 kali, jangan berikan makanan tersebut selama setidaknya 6 bulan.

  • Anda bisa gunakan blender atau baby food grinder. Tapi Anda bisa juga gunakan garpu untuk menghaluskan makanan yang juga Anda sajikan untuk anggota keluarga lain. Pisahkan makanan bayi sebelum menambahkan garam dan bumbu. Makanan bayi yang dijual di pasaran bisa digunakan saat bepergian.

  • Banyak ibu tidak menyadari, ketika memulai MPASI, Anda tidak hanya harus membersihkan sisa makanan dari wajah sampai ke rambut bayi, tapi buang airnya juga tidak akan sama. Feses bayi baru lahir tidak berbau, tapi kini baunya seperti ragi, terutama di hari-hari pertama bayi memulai MPASI.

  • Beberapa makanan bagus diberikan di awal MPASI seperti pisang, pir, wortel, ketela, alpukat, serta beras.

  • Setelah memperkenalkan makanan di atas, Anda bisa pindah ke daging. Campurkan dengan makanan di atas yang sudah familiar bagi bayi bila ia terlihat tidak mau memakannya. Tahu makanan yang kaya nutrisi dan bisa dipotong dadu ketika diberikan ke bayi. Ikan jadi sumber protein yang baik, tapi hati-hati dengan tulangnya.

  • Roti gandum utuh tanpa tambahan telur, susu atau gula juga jadi pilihan MPASI yang baik.

  • Hindari susu sapi atau produk susu terutama bila ada riwayat alergi dalam keluarga. Kebanyakan bayi bisa menerima yoghurt dan keju alami setelah usia 9 atau 10 bulan. Bila ada riwayat alergi dalam keluarga, tunggu hingga bayi setidaknya berumur 1 tahun.

  • Beberapa jenis makanan harus dihindari karena bisa berisiko tersedak, seperti anggur, popcorn, potongan daging, keripik, permen, serta mentega kacang.

  • Tawarkan air putih atau jus, tapi jangan terlalu banyak. Bayi yang minum ASI tidak membutuhkan air tambahan, karena ASI memberi semua air yang ia butuhkan. Bila terlalu banyak air, bisa menyebabkan sodium di darah menjadi larut sehingga tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik.

  • Jus buah mengandung kalori kosong, dan kurang bernutrisi dibanding buah utuh. Penelitian menunjukkan minum jus buah berlebihan bisa menyebabkan obesitas pada anak. Di usia antara 6 sampai 9 bulan, banyak bayi tertarik untuk minum dari gelas. Tawarkan sedikit air putih atau ASI (hindari susu sapi hingga usianya 1 tahun), dan tawarkan jus yang dicampur dengan air putih.

(Ismawati)

Bolehkah bayi setelah makan MPASI langsung minum ASI?

Sah-sah saja Anda memberikan ASI setelah bayi makan, namun pastikan Anda memberikannya perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya tersedak. Hindari menidurkan bayi setelah makan dan minum ASI.

Setelah makan bayi 6 bulan minum apa?

Idealnya, tawarkan bayi minum air putih setiap si kecil selesai makan, Moms. Memberikan air putih berlebihan saat makan bisa membuatnya kenyang air, sehingga si kecil jadi tidak berselera menghabiskan makanannya.

Berapa ml bayi minum air putih setelah MPASI?

Namun, jumlah air putih yang boleh diminum masih perlu diperhatikan, ya, Bun. Takaran air putih untuk bayi berusia 6 bulan ke atas adalah sekitar 60 ml, sedangkan bayi berusia 12 bulan ke atas diperbolehkan minum air putih sebanyak 450 ml per hari.

Berapa kali bayi minum susu setelah MPASI?

Jika anak masih menginginkannya, Bunda masih bisa memberikan ASI. "Kebanyakan bayi masih akan menyusu enam kali atau lebih dalam periode 24 jam bahkan setelah mereka mulai makan makanan padat," kata konsultan laktasi, Jan Barger, dikutip dari Baby Center.