Perubahan energi yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA adalah)

JAKARTA - Cara kerja pembangkit listrik tenaga air dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut nantinya akan menghasilkan energi listrik.

Pembangkit listrik tenaga air [PLTA] adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan energi potensial air untuk menghasilkan energi listrik.

PLTA umumnya terletak di daerah berbukit di mana bendungan dapat dibangun dengan mudah sehingga akan menghasilkan reservoir air yang besar.

BACA JUGA:Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro?

BACA JUGA:Pahami Cara Kerja Kincir Angin, Sumber Energi Listrik Alternatif

Pada pembangkit listrik tenaga air, kepala air atau sumber sungai dibuat dengan membangun sebuah bendungan di  area sungai atau danau, dimana dari bendungan tersebut maka air akan dialirkan ke turbin air.

Dikutip dari Modul ELTAS STEM, Energi Listrik Tenaga Air Sederhana Berbasis Sains, Teknologi, Tenik, Matematika karya Siti Hasna Listiani dkk, PLTA dapat menghasilkan energi listrik dengan cara memanfaatkan energi air yang mengalir.

Aliran air dapat berasal dari aliran air terjun, aliran sungai yang deras, atau air yang dialirkan melalui pipa-pipa khusus yang tujuannya untuk menggerakkan turbin. Gerakan turbin tersebut nanti akan diubah menjadi energi listrik di dalam generator.

Berikut ini tahapan cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air:

1. Aliran air sungai/ air terjun/ waduk sebagai sumber energi pembangkit listrik mampu menggerakkan turbin, Perubahan yang terjadi dari energi potensial menjadi energi kinetik.

2. Gerakan kincir air pada turbin menggerakkan dinamo/ generator yang kemudian membangkitkan listrik.

3. Kecepatan turbin berputar disesuaikan dengan kecepatan aliran air. Semakin cepat aliran airnya, maka turbin berputar juga semakin cepat sehingga energi listrik yang dihasilkan juga semakin besar.

4. Terjadi perubahan energi gerak menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui proses transmisi.

Dalam ruang lingkup yang kecil, beberapa daerah menggunakan pembangkit listrik secara mandiri. Pembangkit listrik tersebut memiliki prinsip seperti PLTA dan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di sekitar saja.

Pembangkit listrik tersebut dinamakan pembangkit listrik mikrohidro. Pembangkit listrik mikrohidro menggunakan aliran air untuk memutarkan kincir air. Kincir air kemudian menggerakkan turbin hingga menghasilkan listrik.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTA biasanya disalurkan ke rumah-rumah, gedung perkantoran, dan pabrik. Besarnya jumlah energi listrik yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan. 

Pertanyaan berikut ini lagi banyak dicari, Perubahan energi yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga air adalah, Bisakah kamu jawab pertanyaan tersebut secara baik.

Mari! Siapa yang ingin mencoba menjawab pertanyaan perubahan energi yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga air adalah

Pertanyaan

Jawaban

Dikutip dari beberapa sumber terpercaya jawabannya adalah Energi Potensial -> Energi Kinetik -> Energi Listrik.

PLTA, singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Urutan perubahan energinya dimulai dari air yang ketika diam memiliki energi potensial.

Biasanya air akan dibendung dan membuat air mengalir dan bergerak melalui turbin, pergerakan air termasuk energi kinetik.

Turbin yang digerakkan air, dihubungkan pada generator yang mengubahnya menjadi energi listrik.

Sekian penjelasan mengenai perubahan energi yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga air adalah. Semoga jawaban diatas dapat membantu menjawab tugasmu.

Pertanyaan Lainnya:

Ilustrasi PLTA. Foto: Shutterstock

Sebagai sumber kehidupan makhluk hidup, air tidak hanya dimanfaatkan untuk dikonsumsi atau untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Air juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Pusat pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai sumber energi utamanya disebut Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA]. Sumber airnya beragam, seperti air terjun ataupun sungai.

Untuk menghasilkan listrik, air yang berasal dari alam tersebut harus ditampung terlebih dahulu dalam sebuah waduk atau bendungan. Mengutip buku Teknik Pembangkit Listrik Tenaga Air oleh Supari Muslim dkk, bendungan berfungsi untuk memanfaatkan air dengan semaksimal mungkin.

Dengan demikian, saat musim hujan, debit air sungai yang melebihi kapasitas dapat ditampung terlebih dahulu di dalamnya. Sementara ketika musim kemarau datang dan debit air sungai lebih kecil, dapat menggunakan air yang ada di dalam bendungan.

Lantas, apa proses yang terjadi pada PLTA hingga dapat menghasilkan listrik? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Proses yang Terjadi pada PLTA

Ilustrasi PLTA. Foto: iStock

Pada dasarnya, proses yang terjadi pada PLTA adalah perubahan energi potensial yang berasal dari air menjadi energi kinetik, lalu diubah lagi hingga menjadi energi listrik.

Perubahan energi tersebut sangat bergantung pada jarak jatuhnya air ke turbin dan jumlah air yang mengalir. Jika jarak jatuh air semakin tinggi, maka semakin banyak air yang mengalir turbin sehingga energi yang dihasilkan semakin besar.

Lebih lengkapnya, berikut prinsip kerja pembangkit listrik tenaga air dikutip dari Modul Pembelajaran PLTA Berbasis Augmented Reality oleh Yessy Asri dan Alvin Kurnia Niwes [2016].

  1. Aliran sungai dengan jumlah debit yang besar ditampung dalam waduk berbentuk bendungan.

  2. Kemudian, air tersebut dialirkan melalui saringan power intake dan masuk ke dalam pipa pesat [penstock].

  3. Pada ujung pipa dipasang katup utama untuk mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik.

  4. Air yang mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi [energi kinetik] diubah menjadi energi mekanik dengan dialirkan melalui sirip-sirip pengarah hingga mendorong runner yang terpasang pada turbin.

  5. Pada turbin, gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Turbin air kebanyakan bekerja seperti kincir angin dengan memanfaatkan air untuk memutar turbin.

  6. Selanjutnya, turbin mengubah energi kinetik yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energi mekanik.

  7. Generator yang terhubung dengan turbin ikut berputar ketika turbin berputar. Hal itu menyebabkan generator dapat mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik yang menghasilkan listrik.

Video yang berhubungan

Untuk diketahui, perubahan energi yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga air [PLTA] adalah energi potensial berubah menjadi energi gerak [kinetik], dan terakhir menjadi energi listrik oleh dinamo.

Sebelum menghasilkan listrik, mula-mula air sungai dibendung untuk mendapatkan debit yang melimpah dan menaikkan tinggi permukaan air.

Kemudian, air tersebut disalurkan ke bawah melalui pipa-pipa yang ujungnya menghadap langsung ke bilah turbin.

Pada proses ini, terjadi perubahan energi potensial menjadi energi kinetik pada air sungai.

Selanjutnya, air yang memancar keluar dari ujung pipa akan mendorong bilah turbin hingga berputar.

Putaran itu selanjutnya diteruskan ke dinamo generator yang akan menghasilkan listrik. Pada proses ini terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi listrik.

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Lihat

©2018 Vox dot com

Cara Kerja PLTA

BACA JUGA:
Koin Rp 1.000 bisa gunakan listrik 900 watt

Cara kerja PLTA pada dasarnya untuk mengubah energi air menjadi energi listrik. Air menjadi sarana potensial yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin, lalu air yang ada di bendungan akan turun ke dalam lubang untuk memutar turbin. Perputaran turbin tersebut akan menghasilkan energi mekanik yang dikonversi melalui generator menjadi energi listrik.

Setelah itu, cara kerja PLTA berikutnya akan diteruskan ke power suplay listrik dan akan disambungkan oleh kabel. Umumnya, kabel tersebut dibentangkan dan ditahan oleh sutet, lalu dibagi ke daerah atau diteruskan ke rumah penduduk. Selain itu, air yang sudah melewati turbin akan disalurkan ke sungai agar bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber kehidupan.

3 dari 4 halaman

Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis maupun energi listrik.

Pemanfaatan energi air banyak dilakukan menggunakan kincir air pada suatu air tejur atau aliran air sungai.

Kincir air sudah banyak dimanfaatkan sejak awal ke-18, salah satunya sebagai penggerak penggilingan gandum. Memasuki abad ke-19, turbin air pun mulai dikembangkan.

Pembangkit listrik tenga air adalah salah satu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi aliran listrik.

Dengan demikian, fungsi air dalam pembangkit listrik tenaga air adalah sebagai sumber energi.

Baca juga: 5 Manfaat Air Bagi Hewan

Video liên quan