Media yang diperlukan untuk membuat kolam budidaya ikan lele

kolam terpal. indiamart.com

Merdeka.com - Kondisi pandemi memaksa setiap orang harus meminimalkan aktivitas di luar rumah. Walaupun diminta untuk beraktivitas di dalam rumah, namun terbukti sebagian orang justru merasa kesulitan. Salah satu sebabnya yaitu rasa bosan saat terus menerus berada di rumah.

Untuk mengatasinya, beberapa orang mencoba melakukan sesuatu yang baru untuk menghilangkan rasa bosan sekaligus mengisi waktu saat di rumah. Ada yang berolahraga, mencoba resep masakan, bercocok tanam, atau berternak ikan.

Khusus untuk berternak ikan, Anda bahkan juga bisa meraup untung dengan menjual ikan hasil budidaya yang Anda lakukan. Namun, satu masalah yang sering dihadapi adalah tidak adanya kolam yang sesuai untuk mulai memelihara ikan.

Jika hal tersebut menjadi hambatan, jangan khawatir. Karena Anda juga bisa membuat kolam ikan dengan menggunakan terpal. Kolam terpal ini juga cukup populer untuk membudidayakan ikan. Cara membuat kolam terpal pun juga tidak sulit.

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ikan, berikut akan kami berikan beberapa cara membuat kolam terpal yang bisa digunakan untuk memelihara ikan.

2 dari 4 halaman

nairaland.com

Sesuai judulnya, kolam ini dibuat di atas permukaan tanah. Dilansir agrotani.com, keuntungan dari jenis kolam ini yaitu Anda tidak perlu membuat galian tanah atau membuat lubang pada tanah. Namun Anda harus membuat rangka yang kuat sebagai penegak berdirinya terpal.

Bahan-bahan:

  • Bambu
  • Pipa
  • Semen
  • Batu Bata
  • Pasir
  • Terpal

Cara membuat kolam terpal:

  1. Buat denah atau ukuran kolam biasanya yang sering digunakan 2 x 3 x 1 m atau 4 x 5 x 1 m.
  2. Buat pondasi kolam dengan ukuran yang Anda inginkan.
  3. Buat saluran masuk keluarnya air.
  4. Setelah kolam kering anda bisa menerapkan terpal.

3 dari 4 halaman

kjasons.com

Kolam jenis ini dibuat di dalam tanah, sehingga Anda harus menggali tanah untuk membuat lubang yang sesuai dengan ukuran kolam yang ingin dibuat. Kolam ini merendam sebagian atau juga keseluruhan kolam.

Ada dua jenis kolam terpal di dalam tanah. Jika Anda hanya ingin sebagian kolam saja yang direndam, maka Anda harus membuat rangka yang kokoh untuk menjaga kolam tetap tegak. Namun, jika Anda ingin merendam keseluruhan kolam, tidak perlu membuat rangka. Namun Anda harus menggali lubang yang cukup dalam untuk mendapatkan ukuran yang sesuai.

Membuat kolam terpal ini tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan usaha ekstra. Yang penting adalah terpal yang dijadikan sebagai kolam jangan sampai bocor sedikit pun, perhitungkan beban air dan ikan agar kolam yang anda buat bisa menahannya.

Berikut adalah langkah-langkah cara membuat kolam terpal di dalam tanah:

Pisahkan bambu yang akan digunakan. Pasang bambu sebagai pasak dengan cara melingkari petakan sesuai ukuran terpal yang akan dibuat.

Bahan dan alat:

  • Cangkul
  • Terpal
  • Meteran
  • Pasak (bambu)

Cara membuat kolam terpal:

  1. Tentukan ukuran yang akan digunakan biasanya 2 x 3 x 1 dengan luas terpal 4 x 5 m.
  2. Tancapkan pasak pada lahan yang sudah diukur menggunakan meteran.
  3. Cangkul dan buat lubang sesuai ukuran.
  4. Buat lubang pembuangan dan masuknya air ke dalam kolam.
  5. Masukan terpal ke dalam lubang kolam.

4 dari 4 halaman

Tak hanya cara membuat kolam terpal saja yang harus diperhatikan, karena saluran pembuangan pada kolam terpal juga menjadi bagian penting yang berfungsi untuk mengganti air.

Untuk lubang salurannya bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, semakin lebar lubang salurannya maka akan semakin cepat proses pembuangannya.
Tak hanya digunakan sebagai saluran pembuangan saja, namun lubang tersebut digunakan sebagai pengatur level pada ketinggian air dalam kolam.

Bahan dan Alat :

  • Clamp/Klem
  • Pipa PVC/ peralon
  • Knee
  • Ban Motor yang masih bagus
  • Pisau atau cutter
  • Obeng
  • Tali
  • Spidol
  • Lem

Cara membuat :

  1. Beri tanda pada bagian terpal yang ingin dijadikan tempat saluran pembuangan dengan menggunakan spidol. Jika sudah, masukan salah satu ujung knee dari arah luar ke dalam terpal. Pastikan bahwa salah satu ujungnya sudah menghadap ke arah pembuangan.
  2. Setelah itu, ikat terpal dan pipa pembuangan dengan menggunakan karet ban bekas yang terlebih dulu digunting. Usahakan pengikatan dilakukan serapi mungkin supaya tidak terdapat banyak lekukan.
  3. Kemudian pasang klem yang terbuat dari steinless supaya tidak mudah berkarat. Klem tersebut dipasang tepat di bagian yang sudah diikat. Kencangkan ikatan tersebut dengan menggunakan obeng.
  4. Buka lubang yang sudah ditandai dengan menggunakan cutter atau pisau.
  5. Terakhir, pasang pipa pvc atau paralon yang akan dipasang pada kolam dengan panjang yang sudah disesuaikan dengan tinggi volume air yang diinginkan. Pipa yang berada di sisi luar bisa menyesuaikan dengan panjang sampai luar kolam.
[ank]

1 => terpal, waring, bambu, paku, kawat, benih lele, paralon, pakan dll. 2 => dilakukan dengan 2 cara memyiapkan induk betina sebanyak 2 kali jumlah sarang yang tersedia dan induk jantan sebanyak jumlah sarang atau satu pasang persarang. 3 => siapkan wadah Masukan air dalam benih ke dalam wadah. Berikan peneduh di atas agar nemih ikan tidak mengalami stress pada saat temperatur tinggi. Jumlah padat penebaran bergantung pada ukuran benih, benih dwngan maksud ukuran 10 cm dapat diangkut dengan keladatan maksimum 10.000/m3 atau 10 ekor/L. Setiap 4 jam sekali, ganti semua air di tempat yang teduh.

  • makasih atas jawabannya ^^

ahmadvandewalk ahmadvandewalk

1. semen, sekop, batu lele

Diskon hingga 40%

Untuk produk asuransi pilihan kamu

Cek Premi Sekarang

Jakarta, CNN Indonesia --

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang banyak diminati. Selain mengandung nutrisi tinggi yang baik untuk konsumsi, lele juga bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Cara budidaya ikan lele bagi pemula pun tidaklah rumit karena benih lele itu sendiri mudah didapat dan mudah perawatannya. Asalkan Anda tekun dan serius ketika melakukannya.

Beberapa hal yang perlu disiapkan saat membudidayakan ikan lele adalah memiliki dana cukup, pemilihan lokasi yang strategis, kesiapan sumber daya manusia, hingga mempertimbangkan dampak lingkungannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat limbah budidaya lele semakin lama dapat menimbulkan bau anyir menyengat dan dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Apabila ketentuan di atas sudah terpenuhi, selanjutnya mulai dengan mempersiapkan 5 tahapan di bawah ini:

1. Persiapkan Kolam

Foto: iStockphoto/Maksim Gorobchenko
Cara budidaya ikan lele bagi pemula memulai dengan mempersiapkan kolam terpal atau semen

Membuat kolam ikan lele ini bisa dengan menggunakan terpal atau semen, dengan ukuran yang disesuaikan yaitu sedang atau besar.

Sebenarnya menggunakan kolam tanah pun boleh, asalkan tanah tersebut sudah tidak mengandung mikroorganisme asing yang nantinya dapat membahayakan bibit ikan lele.

Kemudian perhatikan juga bahwa permukaan kolam ikan lele harus lebih dalam supaya matahari tidak tembus yang bisa membuat ikan kepanasan, bahkan sampai mati.

Suhu air yang disarankan untuk kolam lele adalah 20 hingga 28 derajat celcius dan jangan lupa beri garam krosok untuk menyeimbangkan pH air serta mencegah munculnya jamur.

Setelah garam krosok, lanjut berikan molasses awal yang berfungsi menghambat pertumbuhan alga hijau biru (blue green algae) yang bisa meracuni ikan, sambil ditambahkan suplemen ikan.

Apabila kolam beserta hal pendukung lainnya sudah siap, tinggal diamkan 5 hari sampai lumut atau fitoplankton tumbuh secara alami untuk ditebar benih ikan lele.

2. Pilih Bibit Unggul

Cara budidaya ikan lele bagi pemula juga harus tahu betul jenis bibit yang berkualitas, supaya bisa menghasilkan ikan lele unggul.

Umumnya, proses pencarian bibit lele berkualitas ini dapat dibeli langsung ke penjual benih ikan terpercaya, asalkan Anda mengenali ciri-ciri benih terbaik seperti ini.

  • Bibit lele jantan memiliki perut ramping dengan tulang kepala pipih, warnanya cenderung lebih gelap, gerakannya lincah serta bentuk kelamin yang runcing.
  • Bibit lele betina mempunyai ciri perut yang lebih besar dari punggungnya, ukuran kepala cembung, agak lamban gerakannya, dan kelaminnya berbentuk bulat.
  • Ukuran ideal bagi ikan lele bibit unggul ini sekitar 5-7 cm dan pastikan tidak ada cacat tubuh sedikit pun.
  • Kemudian, bibit ikan lele unggul akan sangat gesit atau agresif ketika diberi makanan karena mereka sangat dominan lincah.

Apabila sudah mendapatkan bibit ikan lele unggul, selanjutnya tebar benih-benih tersebut pada kolam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dikarenakan benih lele ini masih sangat sensitif, maka menyebarnya jangan sembarangan. Pastikan suhu dari tempat asalnya dengan kolam ternak sama.

Jika bibit lele sudah bisa menyesuaikan diri dengan tempat barunya, tinggal tunggu satu hari untuk diberi suplemen ikan dengan dosis 5 ml/m3.

Fungsi dari suplemen ikan lele ini membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh yang baik dan sehat, sehingga tidak mudah sakit.

3. Perkembangbiakan

Dalam proses membudidayakan ikan lele, peternaknya harus teliti dan perhatikan betul apabila mengetahui ada lele yang sudah siap dikawinkan.

Ciri dari ikan lele yang matang bisa dilihat dari kelaminnya. Untuk lele betina yaitu kuning dan lele jantan merah.

Setelah layak dikawinkan, sel telur ikan lele yang sudah dibuahi akan mulai terlihat setelah 24 jam. Sel telur itu akan menempel pada bagian sarang.

Telur-telur ikan lele ini nantinya akan menetas sendiri dan siap menjadi anak lele untuk dipisahkan ke tempat khusus supaya benih baru lahir tidak stres atau mati.

4. Pemeliharaan

Foto: iStockphoto/Urvashi9
Cara budidaya ikan lele bagi pemula dengan memperhatikan kondisi air, pakan, dan antisipasi hama yang bisa mengganggu kesehatan lele

Saat beternak ikan lele penting juga memperhatikan kondisi air, pakan, dan antisipasi serangan hama, caranya sebagai berikut:

Air kolam ikan lele baru bisa diganti apabila sudah memasuki masa panen, kalau diganti sebelum panen ada potensi akan menghambat pertumbuhannya.

Usahakan mengganti air kolam saat pagi atau sore hari, supaya tidak terlalu panas yang bisa berdampak buruk pada kesehatan ikan lele.

Pilih pakan atau makanan ikan lele yang tinggi nutrisi seperti plankton, pelet, cacing atau makanan yang mengandung protein.

Beri makan teratur sehari 3 kali (pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam). Jangan beri makan saat hujan, karena bisa merubah kualitas makanan yang tercemar zat asam.

Organisme patogen dalam kolam ikan lele memang bisa saja muncul tanpa diketahui sebelumnya, sehingga penting untuk memberi asupan suplemen tambahan pada ikan.

Selain itu, gunakan sekat pembatas untuk mencegah binatang asing yang sewaktu-waktu bisa saja membahayakan ikan lele.


5. Panen

Foto: iStockphoto/SPmemory
Cara budidaya ikan lele bagi pemula: ketika masa panen lele tiba, pindahkan lele ke wadah lain

Ikan lele yang terpelihara dengan baik sudah pasti akan menjadi lele berkualitas. Umumnya, setelah 2-3 bulan lele sudah dapat dipanen.

Ketika dipanen, 1 kg lele bisa berjumlah sekitar 7-8 ekor dengan ukuran antara 5-7 cm atau 9-12 cm.

Cara memanen ikan lele yaitu menyurutkan terlebih dulu air kolamnya, kemudian bisa dipindahkan ke wadah lain menggunakan serok atau jaring.

Sortir ikan lele yang siap dipanen tersebut dengan hati-hati dan setelahnya baru dibersihkan untuk diisi dengan benih baru yang semula sudah dipisahkan.

Cara budidaya ikan lele bagi pemula seperti di atas ini bisa diterapkan kapan saja, kuncinya yaitu telaten supaya hasil yang didapat maksimal.

(avd/fef)

[Gambas:Video CNN]