Kenapa hamil 3 bulan perut belum keras

Halodoc, Jakarta – Selama menjalani masa kehamilan, umumnya wanita akan mengalami banyak perubahan. Mulai dari perubahan fisik hingga masalah kesehatan. Salah satunya adalah perubahan perut yang akan semakin membesar dan menonjol.

Table of Contents Show

  • Waspada Perut Kencang Tanda Keguguran
  • Alasan Mengapa Hamil 3 Bulan Perut Belum Keras
  • Perubahan Tubuh Ibu Hamil yang Terjadi Pada Kehamilan 3 Bulan
  • Asupan Vitamin Untuk Kehamilan Usia 3 Bulan
  • Apakah hamil 3 bulan perut terasa keras?
  • Apa yang dirasakan di perut saat hamil 3 bulan?
  • Berapa bulan perut mulai keras saat hamil?
  • Apakah perut ibu hamil keras atau lembek?

Pada trimester pertama, biasanya tonjolan perut atau dikenal juga dengan istilah baby bump memang begitu terlihat. Namun pada trimester dua dan tiga, baby bump tentu akan terlihat sangat jelas. Ini karena janin berkembang semakin membesar dalam rahim.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Otak saat Hamil

Dengan berkembangnya bayi dalam kandungan tentu akan membuat perut ibu terasa semakin keras pada tiap semesternya. Sebaiknya ibu jangan khawatir, karena ini adalah hal yang normal pada masa kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika ibu memiliki perut yang keras selama masa kehamilan.

Berikut adalah alasan mengapa perut ibu terasa keras selama masa kehamilan.

1. Uterus

Bayi berkembang dalam rahim yang berada di rongga panggul antara kandung kemih dan rektum. Tentu hal ini akan bertambah besar seiring berkembanganya bayi dalam kandungan. Ini yang biasanya membuat perut terasa kencang, karena adanya tekanan pada perut. Biasanya ini juga terjadi pada awal-awal kehamilan atau trimester pertama.

2. Perkembangan Pada Kerangka Janin

Biasanya perut yang mengeras akibat berkembangnya kerangka pada janin saat kehamilan memasuki trimester dua. Bayi yang berkembang lebih besar juga akan membuat perluasan tempat pada rahim yang membuat perut menjadi lebih kencang dan berisi.

3. Sembelit

Selain perkembangan bayi dalam kandungan, perut keras juga bisa disebabkan oleh sembelit. Sebaiknya ibu hamil banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Dengan begitu, ibu hamil akan terhindar dari sembelit dan pencernaan menjadi lancar.

4. Kontraksi

Biasanya ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua dan tiga, ibu akan mengalami kontraksi palsu. Kontraksi palsu ini juga bisa mengakibatkan perut ibu menjadi keras dan kencang. Sebaiknya, ibu mengenal rasa kontraksi palsu dan kontraksi yang sesungguhnya dengan meminta informasi dari dokter.

5. Pergerakan Bayi

Pada kehamilan trimester ketiga, biasanya perut yang kencang disebabkan oleh pergerakan bayi dalam rahim. Biasanya pada saat bayi berganti posisi atau menendang-nendang perut ibu, maka perut akan terasa kencang. Tentu hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Pergerakan bayi yang normal menandakan bahwa bayi sehat dalam kandungan.

Waspada Perut Kencang Tanda Keguguran

Pada usia kehamilan trimester pertama atau yang disebut usia 3 bulan pertama kehamilan (0-12 minggu), biasanya perut belum terlalu keras. Pada usia kehamilan ini, rahim sudah mulai berkembang dan meregang. Bayi pun akan cepat berkembang di usia ini, sehingga perut terkadang terasa sangat kencang.

Jika perut ibu terasa keras disertai rasa nyeri seperti mau menstruasi dan disertai bercak darah, sebaiknya ibu segera periksa kesehatan ibu dan kandungan ke dokter. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran.

Baca juga: Ini Dia 5 Jenis Kontraksi Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Jika ibu mengalami perut yang mengeras ketika masa kehamilan, sebaiknya ibu tidak khawatir. Untuk masalah nutrisi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat dan minum air yang cukup untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kesehatan ibu hamil, ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui aplikasi App Store atau Google Play!

Setiap ibu hamil pasti merasa antusias saat menyambut si Kecil yang ada di kandungan. Meski fase kehamilan sangat menyenangkan, namun banyak ibu hamil yang merasa khawatir. Terlebih jika .

Jika ini merupakan kehamilan pertama yang Moms rasakan, wajar jika ada banyak hal yang mengganggu pikiran. Misalnya, perubahan bentuk tubuh serta ukuran perut. Bila menginjak usia kehamilan 3 bulan perut belum keras, tak perlu risau. Simak penjelasan singkatnya dibawah ini.

Alasan Mengapa Hamil 3 Bulan Perut Belum Keras

Semakin tua usia kehamilan maka kondisi perut akan bertambah besar dan keras. Hal yang perlu Moms ketahui adalah tiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda. Jadi, jangan takut jika fase kehamilan yang dialami tidak sama dengan ibu hamil lainnya.

Apa yang dirasakan perut ibu hamil 3 bulan? Menginjak usia kehamilan 3 bulan, perut ibu hamil memang belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Selama memasuki trimester pertama, yang terlihat hanyalah tonjolan perut atau disebut juga dengan baby bump.

Jadi, adalah hal yang wajar jika perut Moms belum terasa keras saat usia kehamilan masih 3 bulan. Perubahan bagian perut akan sangat terlihat jika sudah memasuki trimester 2 dan 3. Secara umum, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan perut saat hamil 3 bulan. 

  1. Jumlah Janin yang Dikandung

Ibu hamil dengan kehamilan kembar pasti memiliki kondisi perut yang berbeda dengan kehamilan tunggal. Saat perut Moms belum terasa keras, ibu hamil dengan janin kembar justru kelihatan cukup besar ukuran perutnya. Hal ini terjadi karena janin membutuhkan ruang yang lebih luas dalam perut ibu hamil. Jadi bila hamil 3 bulan perut belum keras,tak perlu risau. Kemungkinan janin yang Moms kandung berjumlah satu atau disebut juga dengan kehamilan tunggal.

  1. Kehamilan Pertama

Jika kehamilan yang Moms jalani saat ini merupakan pengalaman yang pertama, maka wajar jika kondisi perut belum terasa keras menginjak usia kehamilan 3 bulan. Tubuh membutuhkan waktu untuk penyesuaian dengan kondisi yang baru.

Pada kehamilan pertama, biasanya perkembangan jaringan otot cukup lambat. Itulah mengapa bentuk perut belum terlihat besar dan masih lembek. Lantas, perut mulai membesar pada usia kehamilan berapa? Menurut dr. Renate Parlene, menginjak usia kehamilan 3 bulan, perut sudah mulai membesar. Hanya saja perubahannya tidak kasat mata, pemeriksaan hanya bisa dilakukan dengan cara meraba.

Setelah kehamilan masuk trimester kedua, perubahan perut akan mulai terasa karena janin yang ada di dalam kandungan mengalami perkembangan. Besarnya ukuran perut setiap ibu hamil bisa berbeda tergantung pada keadaan ibu hamil dan pertumbuhan si Kecil.

  1. Jumlah Air Ketuban

Besar kecilnya ukuran perut ibu hamil juga ditentukan oleh jumlah ketuban yang terdapat pada rahim. Semakin banyak jumlah air ketuban, maka ukuran perut akan terlihat lebih besar.

Begitu juga sebaliknya, jika jumlah air ketuban sedikit maka perut akan terlihat kurang besar dan cenderung lembek. Moms tak perlu khawatir, selama dokter mengatakan jumlah ketuban masih normal maka kondisi Moms masih bisa dikatakan aman.

Bila usia kehamilan 3 bulan perutnya belum keras, bisa jadi disebabkan karena jumlah ketubannya sedikit. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, jumlah air ketuban juga akan mengalami penambahan. Perbanyaklah konsumsi air putih agar kondisi ketuban tetap sehat.

  1. Janin Tidak Berkembang

Pemeriksaan rutin harus Moms lakukan selama masa kehamilan, minimal 1 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan Moms serta calon bayi dalam kandungan.

Trimester pertama termasuk dalam masa kehamilan yang rawan. Oleh sebab itu, jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan segera kontrol ke dokter.

Bila pada usia kehamilan 3 bulan perut belum keras, tak ada salahnya Moms memeriksakan diri ke dokter. Alasannya, perut yang lembek bisa menjadi salah satu tanda janin yang gagal berkembang. Tentu saja kondisi ini harus mendapatkan penanganan terbaik agar kondisi ibu hamil tidak drop.

Perubahan Tubuh Ibu Hamil yang Terjadi Pada Kehamilan 3 Bulan

Meski tidak bisa dijadikan patokan karena kondisi setiap ibu hamil pasti berbeda-beda. Rata-rata, ibu hamil yang usia kandungannya menginjak 3 bulan akan mengalami berbagai perubahan baik secara fisik maupun emosional. Berikut ini beberapa perubahan yang akan dialami Moms saat hamil 3 bulan:

  • Kenaikan berat badan antara setengah hingga satu kilogram.
  • Ukuran payudara membesar dan lebih lunak. Selain itu, lingkar areola menjadi lebih besar dan warnanya gelap.
  • Muncul stretch marks pada bagian perut dan payudara yang diakibatkan oleh peregangan kulit.
  • Gangguan tidur yang disebabkan karena terjadinya perubahan hormon.
  • Muncul garis gelap pada perut mulai dari tengah perut hingga tulang kemaluan.
  • Penurunan rasa percaya diri karena perubahan penampilan secara fisik.

Lantas, bagaimana dengan perkembangan janin? Sebenarnya, perkembangan janin sudah terasa pada usia 3 bulan meski ukuran perut Moms masih sangat kecil. Berdasarkan info yang diperoleh dari website Babycenter, disebutkan bahwa janin pada usia kehamilan 3 bulan sudah memiliki bobot sekitar 23 gram dengan panjang 7,4 cm. Selain itu, janin juga sudah mulai berekspresi karena beberapa otot di wajah mulai terbentuk. Otak janin sudah mulai berkembang dan pada bagian tubuhnya ditumbuhi oleh bulu halus agar kondisi badannya bisa tetap hangat. 

Bila Moms merasa hamil 3 bulan perut belum keras, tak perlu khawatir. Sejatinya sudah ada perkembangan pada janin, hanya belum begitu terasa.

Asupan Vitamin Untuk Kehamilan Usia 3 Bulan

Agar kondisi tubuh ibu hamil tetap terjaga serta supaya perkembangan janin dalam kandungan bisa optimal, asupan nutrisi terbaik harus dipenuhi. Adapun beberapa jenis vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil dengan usia kandungan 3 bulan di antaranya adalah:

  1. Omega 3

Omega 3 banyak terkandung dalam minyak ikan. Fungsi dari zat ini adalah memaksimalkan perkembangan kognitif bayi. Dengan mengkonsumsi Omega 3, ada banyak risiko kehamilan yang bisa dicegah. Misalnya, persalinan prematur, depresi pasca melahirkan, serta preeklamsia.

  1. Asam Folat

Salah satu cara pencegahan preeklampsia adalah dengan mengkonsumsi asam folat secara teratur. Preeklampsia merupakan merupakan penyebab utama persalinan prematur serta kematian pada janin.  Oleh sebab itu, ibu hamil pada trimester pertama dianjurkan konsumsi multivitamin yang mengandung asam folat. Selain itu, fungsi zat ini adalah membantu pembentukan sumsum tulang belakang pada janin yang sudah mulai berkembang sejak usia 4 minggu.

  1. Magnesium

Ibu hamil dengan usia kandungan 3 bulan rawan mengalami sembelit. Sebagai upaya pencegahan, salah satu solusinya adalah memenuhi kebutuhan akan magnesium. Fungsi zat ini tidak hanya berguna bagi ibu hamil, tapi juga si Kecil. Magnesium berfungsi sebagai zat yang membantu perkembangan tulang serta gigi calon buah hati. Selain itu, bermanfaat juga untuk mencegah kontraksi dini uterus. Konsumsi magnesium dengan kadar yang cukup juga dapat membuat ibu hamil tidur lebih nyenyak.

Hamil 3 bulan perut belum keras bukanlah masalah yang serius karena perkembangan janin memang belum terasa saat masa ini. Hal yang perlu dilakukan ibu hamil adalah memenuhi kebutuhan nutrisi serta kontrol teratur untuk memastikan janin terus berkembang dengan baik. 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

Apakah hamil 3 bulan perut terasa keras?

Pada usia kehamilan trimester pertama atau yang disebut usia 3 bulan pertama kehamilan (0-12 minggu), biasanya perut belum terlalu keras. Pada usia kehamilan ini, rahim sudah mulai berkembang dan meregang. Bayi pun akan cepat berkembang di usia ini, sehingga perut terkadang terasa sangat kencang.

Apa yang dirasakan di perut saat hamil 3 bulan?

Perubahan pada ibu hamil 3 bulan Mual dan muntah. Area di sekitar puting yang disebut areola akan membesar dan berwarna lebih gelap. Ibu dengan kulit yang memang mudah berjerawat, kemungkinan juga akan mengalami breakout. Sering ingin buang air kecil.

Berapa bulan perut mulai keras saat hamil?

Biasanya, perut mengeras dirasakan ibu hamil pada usia 5 bulan atau sekitar minggu ke-20 kehamilannya. Sehingga menurut dr. Jennie Mao, area perut bagian bawah juga mungkin mulai terasa mengeras.

Apakah perut ibu hamil keras atau lembek?

Perut akan mengeras Ciri yang pertama dari kehamilan adalah perut yang terasa mengeras. Anda mungkin mengetahui bahwa perut yang sedang mengandung akan terlihat membesar ketika duduk. Namun, perbedaan dari perut membesar akibat lemak dan akibat hamil adalah ketika dicubit, perut yang hamil akan mengencang dan mengeras.

Apakah wajar hamil 3 bulan perut belum keras?

Pada usia kehamilan trimester pertama atau yang disebut usia 3 bulan pertama kehamilan (0-12 minggu), biasanya perut belum terlalu keras. Pada usia kehamilan ini, rahim sudah mulai berkembang dan meregang.

Berapa bulan perut mulai keras saat hamil?

Biasanya, perut mengeras dirasakan ibu hamil pada usia 5 bulan atau sekitar minggu ke-20 kehamilannya. Sehingga menurut dr. Jennie Mao, area perut bagian bawah juga mungkin mulai terasa mengeras.

Hamil 3 bulan tapi perut belum kelihatan apa penyebabnya?

Umumnya kehamilan trimester pertama (<20 minggu) belum menampakkan perubahan yang signifikan pada perut. Usia kehamilan 12 minggu perkiraan ukuran rata-rata janin sekitar 6-7 cm, dengan rahim kurang lebih setinggi tulang pubis (tulang kemaluan), sehingga wajar bila belum terlihat atau sulit teraba.

Bagaimana cara merasakan gerakan janin 3 bulan?

Berikut beberapa cara merasakan gerakan janin 3 bulan yang bisa Anda coba:.
USG. Anda bisa melakukan pemeriksaan USG atau ultrasonografi untuk merasakan gerakan janin. ... .
2. Relaksasi dan komunikasi. ... .
Mengelus dan memberi tepukan ringan..