Buatlah bagian isi pidato dengan tema kepemimpinan singkat

Awalan me-yg ditambahkan pada kata kerja dasar akan membentuk kata kerja baru, tetapi tidak mengubah...tolong bantu jawab dong pliss​

Ayo, mengerjakan soal-soal berikut berdasarkan teks berjudul "Penyaluran Energi Listrik" tersebut! 1. Mengapa energi listrik termasuk penggerak utama … globalisasi? Jawab: 2. Tegangan listrik dapat dinaikkan atau diturunkan melalui transformator. Apakah pernyataan tersebut sesuai dengan informasi pada teks bacaan? Jelaskan alasan kalian! Jawab: 3. Apa fungsi dari SUTET? Jawab:.. 4. Apa yang terjadi pada tegangan listrik di gardu distribusi? Jawab: 5. Mengapa penyaluran energi listrik memiliki peran penting dalam globalisasi? Jawab:.. **********​

5. Tuliskan ringkasan dari cerita tersebut dengan kalimatmu sendiri!​

Buatlah tiga kalimat Tidak Efektif, kemudian Ubahlah dalam bentuk kalimat efektifnya​

Sebutkan ciri-ciri teks eksplanasi yg mau jwb syaratnya menyebutkan nama kls laki 2 atau perempuan​

Teks Pidato tentang Kepemimpinan - Halo halo kawan, selamat datang diblog vestitijayastore. Apa kabar hari ini? semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin ya, dan semoga selalu dalam keadaan sehat selalu amiin.. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh dan referensi teks pidato dengan tema kepemimpinan.

pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.


Nah berikut ini beberapa contoh Kumpulan Teks Pidato tentang Kepemimpinan Terbaik Mudah Dihafal :

Teks Pidato tentang Kepemimpinan 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa’ala alihi wa ashhabihi wamawwalah. Rabbisyrah lii shadrii, wayassir lii amri, wahlul ‘uqdatan millisani, yafqahu qauli. Amma ba’du.

dan juga tak lupa .............

Puji dan juga syukur kita panjatkan pada Illahi Robbi yang telah memberi rahmat serta hidayahNya pada kita semua, sehingga kita dapat merasakan nikmatNya yang begitu banyak. 

Bapak dan ibu serta saudara yang saya hormati. Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentnag pidato tentang kepemimpinan.

Hadirin yang di rahmati Allah  

saat ini kita melihat bahwa masyarakat dibiarkan tawar menawar dengan para calo jabatan tanpa adanya yang memberi pencerahan, maka yang terjadi ialah pemimpin kita selalu lahir dari puing kebodohan yang sangat gila hormat, suka sekali pamer kekuasaan serta harta pada masyarakat yang lemah. 

Sehingga merebutkan kepemimpinan adalah suatu bisnis untuk menghasilkan uang yang lebih. Kondisi yang seperti memang menyedihkan sekali buat negara kita, yang menjadi surga bagi para pemimpin yang korup dan neraka bagi masyarkat bawah.Namun sampai kapankah ini akan terjadi terus menerus?  

Harapan kita mengenai pemimpin masa depan ialah pemimpin yang bermutu serta bermoral pancasila. Pemimpin yang berdasarkan dasar-dasar nilai pancasila, yang mampu mengelola negara dengan adil, berperikemanusiaan, bijaksana mengatasi  konflik sara, serta juga menjaga kesatuan dengan baik. 

Dan mau menerima aspirasi rakyat, tidak selalu segala keputusan berasal dari pemimpin tinggi saja. Tentu saja pemimpin harus berpendidikan tinggi, bahwa membuktikan bahwa pemimpin memang harus cerdas dan inovatif dalam membangun negara.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Kiranya cukup sekian saja yang bias saya sampaikan. Saya ucapkan banyak terima kasih atas semua perhatian. Jika terdapat banyak tutur kata yang kurang berkenan di hati, maka saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

بِسْمِ اللهِ، والْحَمْدُ للهِ، الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

dan juga tak lupa .............

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan tentang sedikit hal ikhwal tentang kepemimpinan. 

Seorang pemimpin dinilai dari bagaimana dia bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya. Salah satu yang terpenting adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan, efektifitas sebuah kebijakan dan bagaimana dampak atas kebijakan tersebut.

Sebuah keputusan lahir dari sebuah proses berpikir. Bermula dari cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu yang kemudian berpengaruh terhadap cara berpikirnya. 

Cara berpikir yang dilandasi cara pandang tadi akan menjadi penentu, tepat atau tidaknya keputusan seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan.

 Kebijakan seorang pemimpin seringkali berpengaruh terhadap banyak orang dan ruang lingkup serta waktu yang lebih luas. Kesalahan dalam mengambil sebuah keputusan dalam memilih sebuah kebijakan akan berujung pada kegagalan suatu program atau bahkan kehancuran sebuah negara dan bangsa.

Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Dalam masa 22 tahun beliau sanggup mengangkat derajat bangsa Arab dari bangsa jahiliah yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan menjadi bangsa terkemuka dan berhasil memimpin banyak bangsa di dunia. Orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya merasakan kelembutan, kasih sayang dan penghormatan dari seorang pemimpin terbaik.

Cara berpikir Muhammad saw yang lurus terlahir dari cara pandangnya yang juga lurus terhadap hidup dan kehidupan ini. Cara berpikir yang lurus tadi menghasilkan sebuah keputusan yang tepat sekaligus dapat diterima semua pihak. Inilah cara berpikir Muhammad saw tersebut :

1. Beliau menomorsatukan fungsi sebagai landasan dalam memilih orang atau sesuatu, bukan penampilan atau faktor-faktor luar lainnya Keempat sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Beliau, yakni Abu Bakar Assidiq, Umar ibnu Khattab, Ustman ibnu Affan dan Ali ibnu Abi Tholib adalah gambaran jelas kemampuan Muhammad saw dalam melihat fungsi. 

Keempat sahabat tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam era kepemimpinan Muhammad saw, yaitu : 

- Abu Bakar Assidiq yang bersifat percaya sepenuhnya kepada Muhammad saw, adalah sahabat utama. Ini bermakna kepercayaan dari orang lain adalah modal utama seorang pemimpin. 

- Umar ibnu Khattab bersifat kuat, berani dan tidak kenal takut dalam menegakkan kebenaran. Ini bermakna kekuasaan akan efektif apabila ditunjang oleh semangat pembelaan terhadap kebenaran dengan penuh keberanian dan ditunjang kekuatan yang memadai. 

- Ustman ibnu Affan adalah seorang pedagang kaya raya yang rela menafkahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Muhammad saw. Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalahpendanaan. 

- Ali ibnu Abi Thalib adalah seorang pemuda yang berani dan tegas, penuh ide kreatif, rela berkorban dan lebih suka bekerja dari pada bicara. Kepemimpinan akan menjadi semakin kuat karena ada regenerasi.

 2. Beliau mengutamakan segi kemanfaatan daripada kesia-siaan Tidak ada perkataan, perbuatan bahkan diamnya seorang Muhammad yang menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Pilihan terhadap kurma, madu, susu kambing dan air putih sebagai makanan yang bermanfaat untuk tubuh adalah salah satu contohnya. Bagaimana sukanya Muhammad terhadap orang yang bekerja keras dan memberikan manfaat terhadap orang banyak dan kebencian beliau terhadap orang yang menyusahkan dan merugikan orang lain adalah contoh yang lain.

3. Beliau mendahulukan yang lebih mendesak daripada yang bisa ditunda Ketika ada yang bertanya kepadanya, mana yang harus dipilih apakah menyelamatkan seorang anak yang sedang menghadapi bahaya atau meneruskan shalat, maka beliau menyuruh untuk membatalkan shalat dan menyelamatkan anak yang sedang menghadapi bahaya.

 4. Beliau lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri Ketika datang wahyu untuk melakukan hijrah dari kota Makkah ke Madinah, Muhammad Saw baru berangkat ke Madinah setelah semua kaum Muslimin Makkah berangkat terlebih dulu. Padahal saat itu beliau terancam akan dibunuh, namun tetap mengutamakan keselamatan kaumnya yang lebih lemah.

 5. Beliau memilih jalan yang tersukar untuk dirinya dan termudah untuk umatnya Ketika beliau menyampaikan perintah Allah Swt kepada umat untuk mengeluarkan zakat hartanya hanya sebesar 2,5 bagian saja dari harta mereka, dia bahkan menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan dan tidak menyisakan untuknya dan keluarganya, kecuali rumah yang menempel di samping mesjid, satu dua potong pakaian dan beberapa butir kurma atau sepotong roti kering untuk sarapan. Sampai-sampai tidurnya hanya di atas pelepah korma.

6. Beliau lebih mendahulukan tujuan akhirat daripada maksud duniawi Muhammad Saw menunjukkan bahwa jalan akhirat itu lebih utama daripada kenikmatan dunia dengan seluruh isinya ini. Karena pandangannya yang selalu melihat akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang sanggup menggoyahkan keyakinannya untuk menegakkan kebenaran.

 Pemimpin yang abadi cara berpikir dan pengaruhnya akan terus berjalan sampai akhir zaman. Inilah dasar yang telah diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban baru, yang sesuai dengan fitrah manusia. Beliau berhasil memimpin dunia dengan suara hatinya, dan diikuti pula oleh suara hati pengikutnya. Dia bukan hanya seorang pemimpin manusia, namun dia adalah pemimpin segenap hati manusia. Ia adalah pemimpin abadi.

 Pemimpin sejati adalah seorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan atas suara hati yang fitrah.

Betapa besar pengagungan kita seorang muslim kepada Beliau karena dikarenakan betapa besarnya nilai-nilai kebaikan,kemuliaan agama ini yang direfleksikan oleh perkataan beliau, tindakan beliau. Sehingga beliau digelari Alquran berjalan, dikarenakan betapa mudahnya para sahabat mengerti akan kandungan isi Alquran ketika berinteraksi dengan Rasulullah SAW. Dalam surat Al-Ahzab ayat 21 "Sesungguhnya adalah bagi kamu dalam diri Beliau (Rasulullah SAW) terdapat contoh teladan yang harus diikuti....".

Bagi seorang muslim, seharusnya teladan kita, panutan kita bahkan idola kita adalah Rasulullah SAW. Beliau dengan sangat teliti dan hati-hati mencontohkan semua perbuatan baik dan menjauhkan diri dari melakukan perbuatan buruk dengan sangat teliti dan jelas. Sesungguhnya banyak hal yang bisa dijabarkan dari sifat Rasulullah SAW namun semoga 4 sifat teladan ini sungguh menjelaskan betapa sifat kepempimpinan beliau mengakar kepada kita walau beliau telah wafat beberapa abad yang lalu, sifat kepemimpinan beliau disegani kawan dan dihormati lawan sekalipun,

1. Shiddiq (jujur). Ini adalah sifat kejujuran yang sangat ditekankan Rasul baik kepada dirinya maupun pada para sahabat-sahabatnya (Semoga kita juga meneladaninya).Adalah ciri seorang muslim untuk jujur. Sehingga Islam bukan saja menjadi sebuah agama namun juga peradaban besar.

2. Amanah (bisa dipercaya). Sifat ini ditanamkan khususnya kepada para sahabat yang ditugaskan di semua hal apa saja untuk bisa berbuat amanah, tidak curang (atau juga korupsi di zaman sekarang) dalam hal apa saja. Sesuatu yang sekarnag menjadi sangat langka di negeri muslim sekalipun (miris).

3. Tabligh (menyampaikan yang benar). Ini adalah sebuah sifat Rasul untuk tidak menyembunyikan informasi yang benar apalagi untuk kepentingan umat dan agama. Tidak pernah sekalipun beliau menyimpan informasi berharga hanya untuk dirinya sendiri. Subhanallah.

 4. Fathonah (cerdas). Sifat Pemimpin adalah cerdas dan mengetahui dengan jelas apa akar permasalahan yang dia hadapi serta tindakan apa yang harus dia ambbil untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada umat.

Barang kali demikianah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. 

Billahi Taufik Wal Hidayah 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Contoh Pidato tentang Kepemimpinan di Sekolah

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu!

Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wadinil haqq, liyudzhirahu ‘aladdini kullihi, wakafa billahi syahiidaa. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua!

  • Yang saya hormati ibu wali kelas ..............
  • Dan yang saya kasihi teman-temanku sekalian.

Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt, karena limpahan rahmatnyalah, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya.

Teman-temanku sekalian, saya ingin berterima kasih atas kepercayaan yang sudah kalian berikan dalam memilih saya sebagai ketua kelas yang baru. 

Sebagai manusia biasa, tentunya saya mempunyai banyak khilaf dan salah. Saya pun tidak dapat menjalankan kepemimpinan yang baik jika tanpa bantuan teman-teman sekalian.

Teman-temanku, kita itu ibarat sebuah mobil d imana saya hanyalah seorang supir dan teman-teman semua merupakan bagian dari mobil yang akan saya kendarai. Jika kurang 1 baut saja pada mobil, pasti mobil itu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. 

Begitupun kita dalam mencapai tujuan, kita harus bekerja sama. Saya hanyalah penggerak dan pengarah, tanpa kalian saya tidak akan mampu berjalan dengan sempurna.

Karena itu, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk mari bekerja sama sebaik mungkin. Tumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Saya memohon maaf apabila ada kesalahan kata yang tida saya sengaja.  Akhir kata, 

wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu dan selamat pagi.

Judul piadato: jadilah pemimpin bukan penguasa 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. Wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil ambiyaai wal mursalin. wa’ala alihi wa ashhabihi waman tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin. Amma ba’du.

dan juga tak lupa .............

Ungkapan rasa syukur sudah sepantasnya akan senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang hingga detik ini masih memberikan kesempatan kepada kita, sehingga kita masih bisa menikmati segala nikmat dan karuniannYa, khususnya karunia Iman dan juga Islam. 

Iringan shalawat beserta salam tentunya juga tak akan pernah terlupakan kita hatukan kepada junjungan kita, nabi mulia Muhammad SAW yang telah menyelamatkan kita dari kejamnya jaman jahiliyah hingga menuju jalan keselamatan yaitu jaman Islam. 

Seluruh hadirin yang berbahagia. Jika kita jeli melihat kondisi sekarang ini, banyak sekali pemimpin yang pada akhirnya tak hanya menganggap dirinya sebagai pemimpin saja namun lebih dari itu, para pemimpin-pemimpin tersebut menjadi beralih fungsi menjadi seorang penguasa yang pada akhirnya berani bertindak semena-mena. 

Sehingga akhirnya pemerintahan yang berjalan menjadi sebuah pemerintahan yang otoriter, yang pada akhirnya nanti tentunya malah akan membuat kehancuran bangsa itu sendiri. Seluruh hadirin yang berbahagia. 

Yang perlu kita pahami, bahwa seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu membawa kemaslahatan dunia dan akhirat bagi bawahan-bawahannya atau rakyat-rakyatnya. 

Dalam agama Islam bahkan telah dijelaskan bahwa menjadi pemimpin pada dasarnya bukan lagi merupakan sebuah kedudukan, namun lebih dari pemimpin pada dasarnya merupakan sebuah tanggung jawab yang nanti pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan kepemimpinannya. 

Hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadist. Dari Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya mengenai kepemimpinanmu. Imam (Penguasa) adalah pemimpin dan akan ditanya mengenai kepemimpinannya. 

Seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan bertanggung jawab mengenai kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin rumah tangga suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Pelayan (buruh) adalah pemeliharaharta majikannya dan akan ditanya mengenai pemeliharaannya. 

Maka kamu sekalian adalah pemimpin dan masing-masing bertanggung jawab atas kepemimpinannya." Jika setiap pemimpin memiliki keyakinan yang seperti itu maka bukan hal yang aneh jika kemudian negara atau organisasi yang dipimpinnya akan menjadi lebih besar dan bahkan akan menyelamatkan dirinya baik dihadapan manusia dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT. 

Karena jika seorang pemimpun berubah menjadi seorang penguasa, maka yang ada ia hanya akan dikejar oleh ambisi pribadi saja. Sehingga bagi kaum muslimin yang saat ini memiliki tanggung jawab menjadi pemimpin, maka sekali kali lagi. jadilah seorang pemimpin dan jadi seorang penguasa. 

Ingatlah bahwa seorang pemimpin pada dasarnya adalah seorang abdi karena memang kepemimpinan yang dimilikinya merupakan sebuah amanah atau titipan dari Allah atau masyarakat yang tentu saja suatu saat akan dipertanggungjawabkan. 

Dan pemimpin bukanlah penguasa, karena biasanya seorang penguasa memperoleh kekuasaanya dengan cara merebuat dari milik orang lain, baik itu dengan peperangan, penjajahan atau cara-cara licik lainnya. Seluruh hadirin yang berbahagia. 

Cukup sekian saja pidato singkat yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan. Akhirul Kalam. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah. Walhamdulillah. Assholaatu wassalaamu ‘ala rasuulillah. Wa’ala alihi washahbihi wamawwaalah.

dan juga tak lupa .............

Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan tentang sedikit hal ikhwal tentang kepemimpinan. 

Seorang pemimpin dinilai dari bagaimana dia bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya. Salah satu yang terpenting adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan, efektifitas sebuah kebijakan dan bagaimana dampak atas kebijakan tersebut.

Sebuah keputusan lahir dari sebuah proses berpikir. Bermula dari cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu yang kemudian berpengaruh terhadap cara berpikirnya. 

Cara berpikir yang dilandasi cara pandang tadi akan menjadi penentu, tepat atau tidaknya keputusan seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan. 

Kebijakan seorang pemimpin seringkali berpengaruh terhadap banyak orang dan ruang lingkup serta waktu yang lebih luas. 

Kesalahan dalam mengambil sebuah keputusan dalam memilih sebuah kebijakan akan berujung pada kegagalan suatu program atau bahkan kehancuran sebuah negara dan bangsa.

Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Dalam masa 22 tahun beliau sanggup mengangkat derajat bangsa Arab dari bangsa jahiliah yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan menjadi bangsa terkemuka dan berhasil memimpin banyak bangsa di dunia. Barang kali demikianah yang dapat saya sampaikan, 

kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. 

Billahi Taufik Wal Hidayah 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh