Bagaimana PERADABAN Islam pada masa Bani Umayyah di Andalusia

Home Internasional Eropa Amerika

CNN Indonesia

Kamis, 06 Mei 2021 20:02 WIB

Ilustrasi Istana Alhambra, Granada, Spanyol. (istockphoto/WillSelarep)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jejak awal mula penyebaran Islam ke Eropa bisa ditelusuri di Andalusia (Spanyol) di masa pemerintahan Dinasti atau Kekhalifahan Umayyah.

Diperkirakan Islam berkembang di sana pada 711 Masehi melalui Afrika Utara.

Islam bertahan di Spanyol hampir 8 abad, ditandai dengan kemajuan pesat hampir di semua aspek seperti sosial, ekonomi, arsitektur, agama, sastra dan ilmu pengetahuan.

Dalam buku Islam in Andalus karya Ahmad Thomson dan Muhammad Ata'ur Rahim, masa pemerintahan Dinasti Umayyah di Andalusia disebut menjadi salah satu tonggak pondasi keilmuan yang pengaruhnya masih dirasakan sampai hari ini. Andalusia juga menjadi pusat pendidikan yang menerima para pelajar dan calon sarjana dari berbagai wilayah untuk menimba ilmu.

Saat itu sebagian besar bangsa Eropa masih berkutat dengan pemberontakan dan perdebatan apakah Bumi atau Matahari yang menjadi pusat tata surya. Sedangkan di saat yang bersamaan, ilmuwan Muslim di Andalusia asyik mengembangkan ilmu filsafat hingga astronomi.

Dalam hal pendidikan, masyarakat Andalusia ketika menganut sistem terintegrasi. Yakni mengajarkan ilmu pengetahuan dan agama.

Lokasi belajar saat itu bisa di mana saja. Antara lain di rumah, masjid, istana khalifah, hingga kedai pinggir jalan.

Sejumlah nama ilmuwan Muslim masih dihormati dan disanjung oleh bangsa Eropa. Salah satunya Ibnu Rushd, atau Averroes menurut ejaan lidah Barat.

Ibnu Rushd mendirikan sekolah filsafat di Andalusia. Dia dianggap sebagai bapak aliran filsafat sekuler di Eropa karena mengembangkan konsep 'eksistensi mendahului esensi'.

Ilmu perbintangan atau Astronomi juga berkembang pesat di masa itu.

Sosok astronom yang mengemuka saat itu adalah Abu Ali Muhammad al-Hasan bin al-Haitsam (Ibnu Haitham atau Alhazen), Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Yahya Al-Zarqali (Al-Zarqali atau Arzachel) dan Nur ad-Din al-Bitruji alias Alpetragius. Ada pula Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin ash-Shayigh at-Tujibi bin Bajjah (Ibnu Bajjah atau Avempace) yang meneliti dan mencetuskan teori terbentuknya Galaksi Bima Sakti (Milky Way).

Pakar biologi Ahmad bin Muhammad bin Mufarraj bin Ani al-Khalil (Abu al-Abbas al-Nabati) mulai mengembangkan metode ilmiah untuk ilmu botani. Sang murid, Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Ad-Din bin Al-Baithar Al-Malaki (Ibnu al-Baitar), kemudian mengembangkannya dengan menulis kitab atau buku al-Jami fi al- Adwiya al-Mufrada. Buku itu diyakini sebagai salah satu kumpulan botani terbesar dalam sejarah, yakni memuat 1.400 jenis tanaman berbeda.

Di era kejayaan Dinasti Umayyah, ilmu kedokteran juga turut berkembang sangat pesat. Salah satu dokter yang namanya terkenal saat itu adalah Abu al-Qasim Khalaf ibn al-'Abbas al-Zahrawi al-Ansari alias Abulcasis. Dia menulis metode dan tahap-tahap bedah melalui buku kitab Al-Tasrif.

Untuk mempermudah pekerjaannya dalam melakukan operasi, Abulcasis lantas membuat dan mengembangkan alat bedah secara mandiri.

Saat itu juga terdapat seorang dokter spesialis saraf yang masyhur, Abu Marwan Abd al-Malik Ibnu Zuhr alias Avenzoar.

Penjelajahan dunia lewat laut juga dilakukan oleh bangsa Umayyah. Untuk mempermudah mereka dalam kegiatannya, maka para ilmuwan geografi turut andil dalam memberikan pondasi keilmuan mereka.

Geografer yang masyhur saat itu adalah Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti atau dikenal sebagai Al-Idrisi. Dia mahir membuat peta dan globe (Bola Dunia) untuk panduan bagi para pelaut.

Para geografer dan penjelajah dari Andalusia juga mengembangkan teknologi navigasi, seperti baculus, dan diyakini ikut menemukan benua lain sebelum penjelajahan bangsa Eropa.

(ayp/ayp/ayp)

Saksikan Video di Bawah Ini:

TOPIK TERKAIT

Selengkapnya

Arip Septialona(1*), (1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon (*) Corresponding Author


Wilayah Andalusia (Spanyol) awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Daulah Abbasiyah di Baghdad tahun 750 M. Namun, dikarenakan wilayah kekuasaan ini merupakan wilayah yang terpisah dari banyaknya negeri yang dikuasai Daulah Abbasiyah, maka wilayah ini akhirnya terlepas dari kekuasaan Abbasiyah dan dipimpin oleh penguasa dari nasab Umayyah, yakni Abdurrahman Ad-Dakhil. Kekuasaan dari nasab Umayyah ini terus berkembang hingga beberapa keturunannya diantaranya Abdurrahman An-Nashir Lid-Dinillah. Andalusia dibawah kepemimpinan Abdurrahman An-Nashir berada dalam masa keemasan. Kajian ini berfokus pada peran Abdurrahman An-Nashir dalam merekonstruksi dan menata kembali kekusaan Umayyah II di Andalusia. Abdurrahman An-Nashir mempunyai peran yang teramat begitu penting dalam perkembangan Islam di Andalusia, perkembangan itu baik mengalir dalam jalur politik, perekonomian, peradaban maupun ilmu pengetahuan. Adapun pada masa kepemimpinan Abdurrahman An-Nashir dimulai dengan menyelamatkan wilayah-wilayah kekuasaan yang terlepas pada masa sebelum kepemimpinannya. Hingga pada akhirnya ia merasa mempunyai hak untuk mendirikan sebuah negara Islam baru  dengan kekuasaan yang absolute, dengan cara memproklamirkan dirinya sebagai khalifah serta mengubah wilayahnya menjadi bentuk kekhilafahan. Hal ini berdampak pada kondisi masyarakat Andalusia dengan menerapkan kebijakan-kebijakan diantaranya dalam bidang sosial politik, ekonomi dan pendidikan. Dengan demikian kondisi masyarakat Andalusia berada dalam kesejahteraan yang mumpuni, sehingga Andalusia pada masa Abdurrahman An-Nashir ini berada dalam masa keemasaannya.

  Kata Kunci : Kekuasaan, Perkembangan, dan Abdurrahman An-Nashir.



Al-Atsir, Ibnu. 1966. Al-Kamil Fi al-Tarikh. (Daaru al-Bairut. Jilid ke-8).

Al-'Ibaadi, Abdu Al-hamid. Al-Mujmal fi Al-Tarikh Al-Islam.

Al-Maliki, Abdurrahman. Politik Ekonomi Islam. 2001. Bangil-Jatim : Al-Izzah.

Annasher, Syed Mahmud. 2005. Islam Konsepsi dan Sejarahnya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

As-Sirjani, Raghib. 2013. Bangkit dan Runtuhnya Andalusia. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.

As-Syarqawi, Abdurrahman. 1994. Kehidupan, Pemikiran, dan Perjuangan 5 Imam Madzhab Terkemuka. Bandung: Al-Bayan.

Bahri, Saeful. 2015.Sejarah Peradaban Islam (Sumbangan Peradaban Dinasti-Dinasti Islam). Tanggerang Selatan, Banten: Pustaka Aufa Media.

Fu'adi, Imam. 2012. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta: Teras. Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II. Yogyakarta: Teras.

K. Hitti, Philip. 2002. Terjemah History of The Arabs. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.

Levering Lewis, David. The Greatness of Andalusia. 2012. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

M. Lapidus, Ira. Sejarah Sosial Umat Islam. Terj. dari A History of Islamic Societies oleh Ghufron A. Mas'udi. 1999. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mubarok, Jaih. 2004. Sejarah Peradaban Islam (Sebuah Ringkasan). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Nizar, Syamsul. Sejarah Pendidikan Islam. 2013. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Rahim, Aunur dan Munthoha. 2013. Pemikiran dan Peradaban Islam.Yogyakarta: UII Press.

Rosa Menocal, Maria. 2015. Surga di Andalusia. Jakarta: PT. Mizan Publika.

Sodikin, Ali dan Dudung Abdurrahman, DKK. 2004. Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI.

Sou’yb, Jouesoef. 1977. Sejarah Daulah Umayyah II di Cordova.Jakarta: Bulan Bintang.

Syam, Nur. Jatuhnya Sebuah Tamadun; Menyingkap Sejarah Kegemilangan dan Kehancuran Imperium Khalifah Islam. 2012. Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia.

Von Grunebaum, Gustave E. 1983. Islam Kesatuan Dalam Keragaman. Jakarta: PT Karya Unipres.


DOI: 10.24235/tamaddun.v1i1.935

Abstract view : 2527 times
PDF - 1233 times
  • There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

Tamaddun indexed by:

This journal provides immediate pen access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Published by Department History and Islamic Culture, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da`wah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Editorial Office:

FUAD Building, 2st Floor, Department History and Islamic Culture, Faculty of Ushuluddin, Adab, dan Da`wah, IAIN Sheikh Nurjati Cirebon.  Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-481264, Fax. 0231-489926, Email: