Bagaimana cara menghilangkan sakit kepala pada anak?

Jakarta -

Pusing merupakan suatu sensasi tidak nyaman yang dirasakan pada area kepala, yang dapat menimbulkan perasaan seperti berputar-putar, dan dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Secara umum, sensasi ini merupakan akibat dari stres, kelelahan, dehidrasi, kurang tidur, hingga makanan, dan minuman tertentu.

Kondisi ini juga tidak pandang bulu, serta bisa dialami oleh anak-anak lho, Bunda, baik itu ringan maupun berat. Gejala pusing tak jarang akibat dari kondisi medis seperti nyeri pada kepala, Bunda.

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), nyeri kepala merupakan keluhan yang sangat sering ditemukan pada anak dan remaja. Menurut penelitian, nyeri kepala generik ditemukan pada 37-51 persen anak berumur tujuh tahun, dan meningkat menjadi 57-82 persen anak berumur 15 tahun.

Di antara semua nyeri kepala pada anak, migrain dan tension-type headache (TTH) menunjukkan prevalensi paling tinggi. Prevalensi migrain adalah 3 persen pada anak prasekolah, 4-11 persen pada anak usia sekolah dasar atau SD, dan 8-23 persen pada anak sekolah menengah (SMP, dan SMA), sedangkan prevalensi TTH adalah 30-78 persen.

Nah, apabila anak kerap mengalami pusing yang menyebabkan sakit kepala ringan, tentunya ini masih dapat diredakan dengan minum obat atau hanya perlu istirahat yang cukup, Bunda. Tetapi jika anak mengalami pusing yang menyebabkan sakit kepala parah dan sering, bisa jadi ini adalah indikasi kondisi yang serius, dan disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter.

Penyebab pusing pada anak

Pusing pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Umumnya ini disebabkan karena mereka stres, kelelahan, bahkan kurang tidur. Dikutip dari laman Children's National, penyebab utama pusing biasanya akibat berkurangnya aliran darah ke otak dalam waktu singkat. Ini dapat dipicu oleh banyak kejadian, seperti:

  • Berdiri terlalu lama, yang menyebabkan penggumpalan darah di kaki.
  • Dehidrasi karena kehilangan cairan atau tidak cukup minum cairan.
  • Kehabisan napas akibat kadar oksigen yang lebih rendah dari biasanya tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh untuk waktu yang singkat.
  • Terpapar sinar matahari ataupun mandi air panas terlalu lama yang dapat meningkatan keringat, sehingga menyebabkan kehilangan cairan.
  • Berkeringat karena olahraga ataupun beraktivitas yang dapat menyebabkan kehilangan cairan.
  • Melewatkan makan dan minum, sehingga gula darah rendah.
  • Sakit demam
  • Mabuk akibat mual
  • Sakit akibat virus seperti pilek yang sering menyebabkan pusing.
  • Vertigo pada anak-anak. Biasanya disebabkan oleh penyakit telinga. Kondisi ini menyebabkan anak mengeluh pusing dan terasa seisi ruangan berputar-putar. Mereka tidak bisa berjalan jika mengalami vertigo. Kondisi ini bisa dikatakan sangat serius.

Pusing pada anak/ Foto: iStock

Cara menghilangkan pusing

Jika anak cenderung merasa lemas atau tidak stabil, cobalah beberapa cara ini untuk mengatasi pusing dan memulihkan keseimbangan mereka. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pusing, yakni:

1. Hidrasi

Tak sedikit anak yang mengalami pusing akibat dari dehidrasi. Oleh sebab itu, pastikan untuk tetap terhidrasi sepenuhnya, terutama saat mereka sakit, sehabis berolahraga ataupun saat cuaca panas di luar.

Dianjurkan untuk banyak minum air putih yang dapat membantu meredakan gejalannya. Meminum segelas air bisa menenangkan tubuh. Selain air putih, cobalah untuk tetap terhidrasi dengan minuman elektrolit.

2. Tidur

Merupakan cara untuk menghilangkan pusing. Pastikan untuk tidur secara teratur. Mengutip HealthLine, beberapa masalah kesehatan, seperti pusing ataupun sakit kepala timbul akibat kurangnya waktu tidur.

3. Hindari mandi air panas terlalu lama

Meski terdengar menyenangkan, mandi air panas terlalu lama bisa menyebabkan pusing lho Bunda. Menurut Tania Elliott, MD, instruktur klinis dalam kedokteran di NYU Langone di New York City, suhu panas dapat melebarkan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Lebih lanjut, tekanan darah yang rendah bisa membuat merasa pusing.

4. Lakukan pijat tubuh

Dikutip dari laman Mayo Clinic, perasaan cemas dapat memicu pusing, sehingga aktivitas santai yang meningkatkan rasa tenang dapat membantu untuk meredakannya. Sedikit pijatan yang menenangkan dapat membantu untuk mengurangi rasa cemas.

Selain itu, mengutip Parenting Firstcry, pijatan yang dilakukan atas prinsip-prinsip akupresur akan membantu menstimulasi aliran darah di dalam tubuh dan membantu mengatasi pusing yang berulang. Dengan sedikit minyak lavender, ini akan membuat segalanya menjadi lebih baik.

5. Minum teh jahe

Tak sedikit orang yang menderita mual dan pusing karena mabuk perjalanan mengatakan bahwa minum teh yang terbuat dari bubuk jahe sangat membantu. Jahe memiliki banyak manfaat, termasuk untuk mengurangi mabuk perjalanan.

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Physiology, setengah dari orang dengan riwayat mabuk perjalanan menerima suplemen jahe, dan setengahnya tidak. Mereka dimasukkan ke dalam sebuah drum yang diputarkan. Orang-orang yang mendapat suplemen jahe mengalami gejala tidak separah mereka yang tidak mendapatkannya. Jika seseorang rentan terhadap mabuk perjalanan, cobalah untuk menyeruput teh jahe.

Semoga informasi ini membantu ya, Bunda.

Simak juga Bunda, alasan anak cepat mual saat naik wahana pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(haf/haf)

Apa yg harus dilakukan jika anak sakit kepala?

Terapi alami untuk meredakan sakit kepala.
Diajak tidur di ruang temaram..
Kompres air hangat atau air dingin. Anda bisa menggunakan air hangat atau air dingin untuk mengompres dahi, mata dan tengkuk anak..
Beri makanan dan minuman yang disukai anak. Bisa jadi anak sakit kepala karena dehidrasi. ... .
Berbaring dengan bantal tinggi..

Apa penyebab pusing kepala pada anak?

Sebagian besar sakit kepala pada anak-anak disebabkan oleh penyakit, infeksi, pilek, atau demam. Menempelkan kain dingin dan lembab pada kening anak anda dapat membantu meredakan rasa nyeri dan sakitnya. Minta anak anda untuk beristirahat dan tidur karena ini bisa mempercepat pemulihan tubuh mereka.

Anak sakit kepala minum obat apa?

Saat anak mengeluh sakit kepala, mungkin pertolongan pertama yang ibu berikan adalah obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Setelah minum obat, langkah selanjutnya adalah dengan membiarkan anak untuk beristirahat dengan tujuan agar sakit kepala yang dialami mereda.