Apa yang kamu ketahui tentang tema pada cerita fiksi


Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Pada setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah pondasinya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

Pada karya sastra tema adalah gagasan (makna) dasar umum yang menopang sebuah karya sastra sebagai struktur semantis dan bersifat abstrak yang secara berulang-ulang dimunculkan lewat motif-motif dan biasanya dilakukan secara implisit.[1] Tema bisa berupa persoalan moral, etika, agama, sosial budaya, teknologi, tradisi yang terkait erat dengan masalah kehidupan. Tema juga bisa berupa pandangan pengarang, ide, atau keinginan pengarang dalam menyiasati persoalan yang muncul.[2]

Referensi

  1. ^ Nurgiyantoro, Burhan (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. hlm. 115. ISBN 9789794203408. 
  2. ^ Fananie, Zainuddin (2000). Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press. hlm. 84. ISBN 9796360179. 

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tema&oldid=21962835"

Buku Harry Potter edisi pertama yang dilelang. ©HANSONS AUCTIONEERS via BBC.com

Merdeka.com - Masih banyak pelajar yang belum mengetahui ciri-ciri cerita fiksi. Cerita fiksi sendiri adalah karangan non-ilmiah yang berasal atau dibuat dari imajinasi pengarang. Dari pengertian pun bisa dikatakan salah satu ciri-ciri cerita fiksi yaitu biasanya tidak didasarkan oleh fakta dan realita. Selain itu juga cerita yang ditulis tidak benar-benar terjadi.

Meski banyak pengarang yang mengatakan diambil dari pengalaman, akan tetapi cerita yang dikembangkan tetap mengandung unsur imajinasi. Salah satu contohnya yaitu mengenai dunia sihir dalam serial novel populer Harry Potter.

Melansir dari The American College Dictionary, cerita fiksi adalah cabang sastra yang memuat narasi imajinatif. Khususnya dalam bentuk prosa seperti cerpen, dongeng hingga novel. Walaupun sudah dipelajari dan bahas, masih banyak orang yang salah mengartikan perbedaan ciri-ciri cerita fiksi dengan unsur-unsurnya.

Lantas apa saja ciri-ciri cerita fiksi, jenis, struktur hingga unsur-unsurnya? Melansir dari Liputan6.com, Selasa (26/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 5 halaman

Cerita fiksi merupakan karangan non-ilmiah yang berasal atau dibuat dari imajinasi pengarang. Fiksi sendiri yaitu karya sastra yang mempunyai sifat dasar umum sebagai penanda bentuk dari karangan fiksi. Di mana para tokoh, latar cerita hingga permasalahan dalam cerita fiksi bersifat realitas imajinatif, bukan objektif.

Nilai-nilai kebenaran pada cerita fiksi tidak bisa dijadikan pedoman atau patokan. Sebab, nilai-nilai tersebut tidak bersifat objektif melainkan imajinatif. Itu lah mengapa salah satu ciri-ciri cerita fiksi yaitu mengandung kebenaran logis atau bisa melalui penalaran. Kebenaran logis ini akan membuat cerita fiksi selalu memiliki penafsiran berbeda-beda di setiap pembacanya.

©Pixabay/Katrina_S

Selain telah disebutkan di atas, terdapat beberapa ciri-ciri cerita fiksi lainnya. Adapun ciri-ciri cerita fiksi yang bisa dipelajari adalah sebagai berikut:

  1. Fiksi merupakan cerita atau kisah yang bersifat rekaan alias imajinasi pengarang
  2. Fiksi mempunyai kebenaran relatif serta tidak mutlak
  3. Fiksi menyasar pada perasaan atau emosi para pembaca
  4. Fiksi yaitu cerita yang mengandung amanat atau pesan moral tertentu
  5. Karya fiksi biasanya tidak memiliki sistematika penulisan baku
  6. Karya fiksi biasanya menggunakan bahasa bersifat konotatif
  7. Menampilkan sudut pandang berbeda

3 dari 5 halaman

Setelah mengetahui ciri-ciri cerita fiksi, kenali pula jenis-jenis karya sastra satu ini. Berdasar teori pengkajian fiksi, jenis-jenis fiksi bisa dibedakan menjadi 3 jenis. Berikut jenis-jenis cerita fiksi yang bisa dipahami:

1. Fiksi Historis

Sesuai namanya, jenis fiksi ini berkaitan dengan fakta sejarah. Data dalam fiksi meliputi tokoh, latar tempat, alur serta elemen fiksi mempunyai kesamaan dengan fakta sejarah yang ada. Jenis fiksi ini justru bisa menjadi alternatif sumber sejarah. Meskipun tidak bisa dianggap 100 persen benar.

2. Fiksi Biografis


Jenis fiksi berikutnya yaitu fiksi biografis. Fiksi ini lebih berkaitan dengan fakta penulisan biografi tokoh atau seseorang. Misalnya seperti buku Bung Tomo, Amien Rais serta Catatan Seorang Demonstran.

3. Fiksi Sains

Jenis fiksi yang terakhir adalah fiksi sains. Fiksi ini berkaitan dengan dasar penulisan ilmu pengetahuan. Seperti misalnya buku Bilangin Fu  karya Ayu Utami atau Supernova karya Dewi Lestari.

4 dari 5 halaman

Ada beberapa struktur cerita fiksi yang bisa dipelajari. Adapun struktur cerita fiksi adalah sebagai berikut:

a. Abstrak

Ini merupakan bagian yang memuat cerita singkat dari keseluruhan karya. Bisa juga berupa cerita inti dari cerita fiksi. Bagian ini sebenarnya bersifat opsional, sehingga tidak ada aturan mengharuskan menulisnya.

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/cjgphotography

b. OrientasiMenjelaskan mengenai tema, latar belakang tema dan tokoh dalam karya sastra. Biasanya bagian ini akan ditemukan di bagian awal cerita. Nantinya orientasi akan menjadi penjelas dari cerita itu sendiri.

c. Komplikasi

Berisi mengenai beragam permasalahan yang dihadapi para tokoh dalam cerita fiksi.

d. Evaluasi

Berisi mengenai pembahasan, pemecahan dan penyelesaian masalah yang hadapi namun belum berakhir.

e. Resolusi

Berisi inti pemecahan permasalahan yang dihadapi tokoh.

f. Koda atau reorientasi

Berisi pesan moral atau amanat cerita yang bisa dipetik dari karya sastra.

5 dari 5 halaman

Masih banyak orang yang salah mengartikan perbedaan ciri-ciri cerita fiksi dengan unsur-unsurnya. Berikut unsur-unsur cerita fiksi yang bisa dipahami:

a. Tema

Ide pokok persoalan yang menjiwai seluruh isi cerita fiksi. Tema kerap kali diambil dari konflik kehidupan.

b. Plot

Dasar cerita atau bisa dikatakan pengembangan cerita fiksi.

c. Alur

Rangkaian karya sastra cerita fiksi. Alur meliputi alur maju, mundur dan maju-mundur. Penyelesaian alur dapat berupa alur klimaks dan alur anti klimaks.

d. Setting

Tempat terjadinya cerita dan bisa dibedakan menjadi setting antropologis dan setting geografis.

e. Tokoh

Pelaku yang bertugas menghidupkan cerita fiksi. Tokoh meliputi tokoh utama (protagonis), tokoh lawan (antagonis) serta tokoh penengah.

f. Sudut pandang

Hal yang menjadi dasar tema dan tujuan dari penulisan. Biasanya berupa gaya orang pertama tokoh utama ataupun gaya orang ketiga yang serba tahu.

g. Suasana

Unsur fiksi yang mendasari suasana dari cerita penokohan. Di mana bisa menimbulkan sebuah konflik. Suasana bisa berupa menyenangkan, mengharukan, menyedihkan hingga menantang.

[tan]