Apa saja perubahan fisik yang terjadi pada remaja?

Masa remaja dikenal sebagai salah satu periode dalam rentang kehidupan manusia yang memiliki beberapa keunikan tersendiri. Keunikan tersebut bersumber dari kedudukan masa remaja sebagai periode transisional antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Kita semua mengetahui bahwa antara anak-anak dan orang dewasa ada beberapa perbedaan yang selain bersifat biologis atau fisiologis juga bersifat psikologis. Pada masa remaja perubahan-perubahan besar terjadi dalam kedua aspek tersebut, sehinggadapat dikatakan bahwa ciriumum yang menonjol pada masa remaja adalah berlangsungnya perubahan itu sendiri, yang dalam interaksinya dengan lingkungan sosial membawa berbagai dampak besar pada perilaku remaja. Secara ringkas, proses perubahan tersebut dan interaksi antara beberapa aspek yang berubah selama masa remaja bisa diuraikan seperti berikut ini (Lerner & Hultsch, 1983: 318-320).

Perubahan Fisik

Rangkaian perubahan yang paling jelas yang Nampak dialami oleh remaja adalah perubahan biologis dan fisiologis yang berlangsung pada masa pubertas atau pada awal masa remaja, yaitu sekitar umur 11-15 tahun pada wanita dan 12-16 tahun pada pria(Hurlock, 1972: 20-21). Hormon-hormon baru diproduksi oleh kelenjer endokrin, dan ini membawa perubahan dalam ciri-ciri seks primer dan memunculkan ciri-ciri seks sekunder. Gejala ini memeberi isyarat bahwa fungsi reproduksi atau kemampuan untuk menghasilkan keturunan sudah mulai bekerja. Seiring dengan itu, berlangsung pula pertumbuhan yang pesat pada tubuh dan anggota-anggota tubuh untuk mencapai proporsi seperti orang dewasa. Seorang individu lalu mulai terlihat berbeda, dan sebagai konsekuensi dari hormon yang baru, dia sendiri mulai merasa adanya perbedaan.

Perubahan Emosionalitas

Akibat langsung dari perubahan fisik dan hormonoral tadi adalah perubahan dalam aspek emosionalitas pada remaja sebagai akibat dari perubahan fisik dan hormonoral tadi, dan juga berpengaruh lingkungan yang terkait dengan perubahan badaniah tersebut.

Hormonoral menyebabkan perubahan seksual dan menimbulkan dorongan-dorongan dan perasaan-perasaan baru. Keseimbangan hormonoral yang baru menyebabkan individu merasakan hal-hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Keterbatasaannya untuk secara kognitif mengolah perubahan-perubahan baru tersebut bisa membawa perubahan besar dalam fluktuasi emosinya. Dikombinasikan dengan perngaruh-pengaruh sosial yang juga senantiasa berubah, seperti tekanan dari teman sebaya, media masa , dan minat pada jenis seks lain, remaja menjadi lebih terorientasi secara seksual. Ini semua menuntut kemampuan pengendalian dan pengaturan baru atas perilakunya.

Perubahan Kognitif

Semua perubahan fisik yang mebawa implikasi perubahan emosional tersebut makin dirumitkan oleh fakta bahwa individu juga sedang mengalami perubahan kognitif. Perubahan dalam kemampuan berpikir ini diungkapkan oleh Piaget (1972) sebagai tahap terakhir yang disebut sebagai tahap formal operation dalam perkembangan kognitifnya.

Dalam tahapan yang bermula pada umur 11 atau 12 tahun ini, remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit dari apa yang ada, remaja mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang hipotetis dan abstrak dari realitas. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi, misalnya, aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalam kelompok sebayanya, dan aturan-aturan yang diberlakukan padanya tidak lagi dipandang sebagai hal-hal yang tak mungkin berubah.

Kemampuan-kemampuan berpikir yang baru ini memungkinak individu untuk berpikir secara abstrak, hipotetis dan kontrafaktual, yang pada gilirannya kemudian memberikan peluang bagi individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal. Imajinasi ini bisa terkait pada kondisi masyarakat, diri sendiri, aturan-aturan orang tua atau apa yang akan dia lakukan dalam hidupnya. Singkatnya, segala sesuatu menjadi fokus dari kemampuan berpikirhipotesis, kontrafaktual , dan imajinatif dari remaja.

tirto.id - Manusia yang telah memasuki masa remaja akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), perubahan fisik saat remaja terjadi begitu cepat dan tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan.

Masa remaja sendiri terjadi antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi perempuan. Sementara bagi laki-laki masa remaja dihitung mulai dari usia 13 tahun sampai dengan 22 tahun.

Modul "Pendidikan Jasmani dan Olahrga" menyebutkan bahwa masa remaja adalah masa ketika individu biasanya tidak mempunyai tempat yang jelas. Hal ini karena, usia remaja bukan termasuk dalam golongan anak-anak, di sisi lain juga bukan golongan dewasa.


Remaja mudah mendapat berbagai pengaruh dan terombang-ambing jati dirinya. Oleh karena itu, pada masa ini orang tau wajib mengawasi anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas.

Pendidikan seksual baik di sekolah maupun dalam keluarga sangat berguna pada masa remaja. Tujuannya untuk menyadarkan pentingnya kesehatan reproduksi sehingga dapat menghindari terjadinya tindakan pelecehan seksual maupun penyebaran penyakit menular.

Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Remaja


Pertumbuhan dan perkembangan fisik remaja ditandai dengan beberapa ciri-ciri berikut:

1. Pertumbuhan bentuk tubuh


Perubahan yang terjadi pada tubuh laki-laki di masa remaja ditandai dengan bertambah tinggi, bahu melebar, dan dada menebal. Umumnya pertumbuhan ini terjadi pada remaja laki-laki yang berusia antara 13 hingga 15,5 tahun.

Sementara itu, pada perempuan perubahan fisik terlihat pada panggul yang melebar dan menebal, serta dada yang semakin membesar. Pertumbuhan pada remaja perempuan biasanya terjadi pada usia 11 hingga 13,5 tahun.

2. Perkembangan jaringan tubuh


Umumnya anak laki-laki akan mengalami perkembangan otot memasuki masa remaja. Di sisi lain, pertumbuhan lemak justru akan lebih banyak terlihat pada remaja perempuan. Hal ini yang akan membedakan karakter jaringan otot, tulang, dan lemak antara laki-laki dengan perempuan.

3. Perkembangan seksual


Masa pubertas perempuan terjadi dua tahun lebih awal dibandingkan laki-laki. Perkembangan seksual perempuan ditandai dengan:
  • menstruasi yang rutin tiap bulan;
  • tumbuhnya buah dada;
  • pertumbuhan rambut di ketiak dan sekitar alat vital.

Pada laki-laki tanda-tanda perkembangan seksualnya ditandai dengan:
  • mimpi basah (keluar sperma);
  • tumbuh jakun;
  • tumbuh kumis;
  • tumbuh rambut di ketiak atau sekitar alat vital
  • serta pelebaran larynx (membesarnya pita suara).

4. Perubahan fisiologis


Ada beberapa tanda perubahan fisiologis yang dapat dialami laki-laki dan perempuan ketika beranjak remaja, yaitu:
  • penurunan denyut nadi dan temperatur basal;
  • peningkatan tekanan darah sistolik;
  • peningkatan volume pernapasan, kapasitas vital, dan pernapasan maksimum.

Tipe-tipe Tubuh Manusia


Tipe-tipe tubuh manusia dibedakan dengan ciri-ciri tertentu. Berikut tipe-tipe tubuh manusia berdasarkan ciri-cirinya sesuai dengan yang tercantum dalam modul "Modul Pembelajaran SMA PJOK"


Tipe tubuh Ectomorph


  • Tipe tubuh ini sulit untuk menaikkan berat badan.
  • Ditandai dengan tubuh kurus dan kandungan lemak di tubuh sedikit.
  • Kurang bertenaga pada saat berolahraga.
  • Metabolisme tinggi (mudah membakar apa saja yang mereka makan).
  • Cenderung tetap memiliki tubuh yang kurus walaupun kurang berolahraga dan banyak makan.

Tipe tubuh Mesomorph


  • Tipe tubuh ini memiliki metabolisme tinggi (mudah membakar apa saja yang mereka makan).
  • Memiliki tenaga yang kuat.
  • Berenergi tinggi.
  • Mudah membentuk otot.
  • Stamina yang dimiliki tinggi.

Tipe tubuh Endomorph


  • Tipe ini memiliki metabolisme yang rendah (tidak mudah membakar apa yang mereka makan, sehingga penumpukan lemak mudah terjadi).
  • Sulit untuk menurunkan berat badan.
  • Mudah menaikkan berat badan.
  • Mudah merasa ngantuk.
  • Kurang berenergi dan cepat lelah.
  • Cenderung malas berolahraga.



Baca juga:

  • Hati-Hati Gejala Pubertas Dini
  • Apa yang Dimaksud dengan Masa Pubertas dan Ciri-cirinya?
  • Ciri-Ciri Pergaulan Sehat Remaja: Prinsip dan Dampak Positifnya


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN REMAJA atau tulisan menarik lainnya Chyntia Dyah Rahmadhani

(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Chyntia Dyah Rahmadhani
Penulis: Chyntia Dyah Rahmadhani
Editor: Yonada Nancy

Perubahan fisik apa saja yang terjadi pada remaja?

Pada remaja putri ditandai dengan payudara membesar, pinggul melebar, dan tumbuhnya rambut di ketiak dan sekitar kemaluan. Perubahan fisik juga dapat dilihat dari perubahan kejiwaan. Secara emosi, remaja lebih sensitif seperti mudah menangis, cemas, frustasi, dan tertawa.

3 perubahan apa yang terjadi pada masa remaja?

masa-remaja.jpg.
Perubahan Secara Fisik..
Payudara Mulai Tumbuh. Sebagai cewek, salah satu ciri utama saat memasuki usia remaja adalah tumbuhnya kedua payudara. ... .
Munculnya Rambut Halus. ... .
Tubuh Membesar. ... .
Wajah Berminyak & Berjerawat. ... .
Menstruasi. ... .
Perubahan Mental..
Emosi Tidak Stabil..

Apa saja perubahan fisik pada remaja perempuan?

Ciri-ciri Puber pada Anak Perempuan.
Menstruasi. ... .
Perubahan pada Bagian Payudara. ... .
3. Tumbuhnya Rambut pada Beberapa Bagian Tubuh. ... .
4. Kenaikan Berat dan Tinggi Badan. ... .
Mulai Timbul Bau Badan. ... .
6. Perubahan pada Area Kemaluan. ... .
7. Kulit Berminyak atau Berjerawat. ... .
Suasana Hati Berubah..